nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Australia Optimis IA-CEPA Ditandatangani Sesuai Rencana

Jum'at 21 Desember 2018 14:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 12 21 320 1994357 australia-optimis-ia-cepa-ditandatangani-sesuai-rencana-Pdhrun7SV7.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Pemerintah Australia optimis kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IA-CEPA) tetap akan ditandatangani sesuai rencana. "Saya pikir waktunya akan datang. Ini hanya soal kapan kesepakatan tersebut ditandatangani ujar Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Allastar Cox, usai menghadiri dialog Australia-Indonesia-Belanda di Jakarta, dilansir dari Harian Neraca, Jumat (21/12/2018).

Ia mengatakan secara substansi kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia sudah disetujui oleh kedua belah pihak. Ia mengungkapkan hubungan dagang antara Indonesia dan Australia memiliki potensi besar yang harus digali. "Begitu juga dengan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IA-CEPA yang telah selesai dinegosiasikan kedua negara pada Agustus," ujar dia.

Baca Juga: Akses Perdagangan Indonesia ke Eropa Terbuka Lebar

Dalam kunjungan Perdana Menteri Scott Morrison pada Agustus lalu, Indonesia dan Australia menyepakati IA-CEPA yang ditandai dengan Presiden Joko Widodo dan PM Morrison menyaksikan penandatangan deklarasi bersama IA-CEPA itu. Deklarasi itu ditandatangani oleh Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito dan Menteri Perdagangan dan Pariwisata dan Investasi Australia Simon Birmingham.

Indonesia dan Australia memiliki Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komperhensif Indonesia-Australia(IA-CEPA) senilai USD11,4 miliar (Rp17,3 triliun). Namun, penandatanganan perjanjian perdagangan bebas Indonesia-Australia kembali ditunda karena rencana pemindahan Kedutaan Australia ke Yerusalem.

Sementara itu di dalam negeri, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan Kota Solo bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal upaya pengendalian inflasi. "Salah satunya melalui Pasar Gotong-Royong TPID yang dilaksanakan jelang hari besar Natal dan Tahun Baru 2019," kata Staf Khusus Menteri Perdagangan, Eva Yuliana di sela-sela pelaksanaan Pasar Mirunggan Gotong-Royong TPID di Solo, Jawa Tengah, disalin dari Antara.

grafik

Ia mengatakan pola koordinasi dengan pihak lain yang terlibat dalam pelaksanaan tersebut bisa ditiru oleh daerah lain. Dalam pelaksanaan tersebut Pemerintah Kota Surakarta menggandeng beberapa pihak, di antaranya PT PPI, Pedaringan, Bulog, dan pelaku usaha kecil.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya sekaligus memberikan bantuan kepada para pedagang Pasar Legi yang menjadi korban kebakaran pasar beberapa waktu lalu. "Setelah terjadinya kebakaran kami langsung mengirim 100 tenda yang bisa digunakan untuk berjualan para pedagang. Kali ini kami akan kembali memberikan bantuan sebanyak 100 tenda," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo memastikan harga beberapa komoditas pokok yang dijual dalam kegiatan tersebut, lebih murah 20% jika dibandingkan harga di pasaran. "Selain itu, kegiatan ini juga bisa memotong mata rantai distribusi bahan pangan dari produsen ke konsumen," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini