nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Dagang Indonesia Kembali Defisit, Ini 5 Faktanya

Jamilah, Jurnalis · Sabtu 22 Desember 2018 08:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 21 320 1994610 neraca-dagang-indonesia-kembali-defisit-ini-5-faktanya-0oyN4AgXvO.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan pada November 2018 mengalami defisit USD2,05 miliar. Angka ini mengalami peningkatan dari kondisi defisit di Oktober 2018 yang sebesar USD1,82 miliar.

Kondisi defisit November 2018 ini dipicu defisit sektor minyak dan gas (migas) sebesar USD1,46 miliar. Sedangkan sektor non migas juga mengalami defisit sebesar USD583 juta.

 Baca Juga: Neraca Perdagangan November 2018 Defisit USD2,05 Miliar

Berikut beberapa fakta yang terangkum dari defisit perdagangan pada November 2018.

1. Defisit November 2018 Dipicu Sektor Migas

Kondisi defisit November 2018 ini dipicu defisit sektor minyak dan gas (migas) sebesar USD1,46 miliar. Sedangkan sektor non migas juga mengalami defisit sebesar USD583 juta.

 

2. Ekspor November 2018 USD14,83 Miliar, Turun 6,69%

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada November 2018 mencapai USD14,83 miliar. Realisasi ini mengalami penurunan 6,69% dari bulan Oktober 2018 USD15,80 miliar. Bila dibandingkan dengan laju ekspor pada November 2017 yang mencapai USD15,33 juga mengalami penurunan 3,28%.

 Baca Juga: BI Beberkan Bukti Sulitnya Keluar dari Defisit Neraca Dagang

3. Impor November 2018 USD16,88 Miliar, Turun 4,47%

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data impor per November 2018 mencapai USD16,88 miliar. Laju impor ini mengalami penurunan 4,47% bila dibandingkan dengan Oktober 2018 yang sebesar USD17,62 miliar.

Sementara bila dibandingkan dengan realisasi impor pada November 2017 yang sebesar USD15,11 miliar, maka terjadi peningkatan sebesar 11,68%.

 

4. Perang Dagang Hambat Ekspor

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, masih ada tekanan dari ekonomi global khususnya yang terkait dengan trade war alias perang dagang. Sebab menurutnya, meskipun saat ini perang dagang Amerika Serikat dengan China sedikit mereda namun masih dalam kondisi ketidakpastian.

 Baca Juga: Migas Masih Jadi Pemicu Terjadinya Defisit Perdagangan

Menurut Sri Mulyani, adanya ketidakpastian terhadap perang dagang ini sangat berpengaruh terhadap angka ekspor. Sebab menurutnya, adanya ketidakpastian perang dagang ini membuat Indonesia harus berhati-hati dalam mengekspor.

 

5. Tanggapan BI soal Defisit Neraca Dagang

Bank Indonesia (BI) memandang defisit neraca perdagangan November 2018 tidak terlepas dari pengaruh dinamika permintaan global yang melandai dan harga komoditas yang menurun sehingga memengaruhi kinerja ekspor. Sementara itu, permintaan domestik yang masih kuat memengaruhi kinerja impor.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini