nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Permintaan Batu Bara Meningkat, Alfa Energi Genjot Penjualan

Rabu 26 Desember 2018 12:56 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 12 26 320 1996071 permintaan-batu-bara-meningkat-alfa-energi-genjot-penjualan-CVbwteEcPx.png Foto: Harian Neraca

JAKARTA – Merespons meningkatnya permintaan batu bara di dalam negeri di tahun 2019, tidak mau dilewatkan begitu saja bagi PT Alfa Energi Investama Tbk (FIRE). Di mana emiten pertambangan ini akan memacu pertumbuhan penjualan dalam negeri ketimbang pasar ekspor. Apalagi, pasar ekspor masih lesu di tengah sentimen global.

”Pasar ekspor melemah, jadi tahun depan penjualan akan lebih fokus pada domestik karena cukup bagus. Kami ingin memanfaatkan momentum pertumbuhan batubara domestik. 2018 ini mungkin sekitar 50:50 perbandingan pasar ekspor dan domestik,”kata Direktur Utama Alfa Energi Investama, Aris Munandar, dikutip Harian Neraca, Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Disampaikannya, saat ini porsi penjualan batubara masih seimbang antara pasar domestik dan ekspor. Kemudian kebutuhan batubara untuk pasar domestik pada tahun depan diproyeksikan sebesar 114 juta ton, meningkat dibandingkan tahun ini yang sebesar 100 juta ton. Selama kuartal III-2018, penjualan batubara Alfa Energi sebesar 236.144 ton. Secara total, dalam sembilan bulan terakhir, total penjualannya sebesar 528.696 ton.

Baca Juga: IPO, Saham Alfa Energi Langsung Loncat hingga 50%

Menurut Aris, target market batubara Alfa Investasma adalah ke pembangkit listrik, baik milik Independent Power Producer (IPP) maupun milik Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Target penjualan 2018 rencananya akan closing di sekitar 700.000 ton,” kata Aris.

Dari jumlah itu, 50% batubara berasal dari produksi anak usaha, sedangkan 50% lainnya berasal dari trading. Pada tahun depan, penjualan batubara Alfa Energi ditargetkan meningkat menjadi 1 juta ton, dengan produksi dari anak usaha diproyeksikan bisa mencapai 800.000 ton-900.000 ton. Produksi batubara Alfa energi sebagian besar masih merupakan kalori rendah dengan 4.200 GAR, sedangkan batubara dengan kalori 5.500 GAR hanya sekitar 100.000 ton. Seluruhnya, batubara kalori tinggi itu dijual ke pasar ekspor, yakni Korea Selatan, Jepang Taiwan dan juga Vietnam.

Pada kuartal II tahun 2019, batubara kalori tinggi Alfa Energi akan semakin meningkat seiring dengan telah berproduksinya tambang Blok M milik PT Alfara Delta Persada (ADP), anak usha Alfa Energi, yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sejak September 2018 lalu. “Untuk Blok M Resources-nya sekitar 3 juta ton, tapi kalorinya bagus, sekitar 5.800 GAR,” ujar Aris.

Baca Juga: Jadi Emiten Ke-10 Tahun Ini, Saham Alfa Energi Berlayar di BEI

Yang jelas, per September 2018, Alfa Energi membukukan pendapatan sebesar Rp 490,71 miliar dari penjualan batubara. Anghka itu naik signifikan dibanding periode sama tahun lalu yang ada di angka Rp 87,27 miliar. “Target pendapatan 2018 diperkirakan akan bisa closing sekitar Rp 700 miliar. Untuk labanya belum bisa memastikan, Tapi Rp 10 miliar mungkin bisa,” ungkapnya.

Sedangkan untuk belanja modal atau capital expenditure (capex), Alfa Energi menganggarkan dana sebesar US$ 5 juta. Menurut Aris, saat ini capex baru terserap 80%, yang dipakai untuk pengembangan Blok M serta Pelabuhan ADP II dan sarana penunjang konektivitas lainnya. Namun, untuk capex tahun depan, Aris belum bisa menyebutkannya. “Belum ada angkanya. Tapi (sumber dana) capex dari internal,” katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini