nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berhasil Kuasai Freeport, Buruh Beri 2 Jempol untuk Presiden Jokowi

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 26 Desember 2018 14:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 26 320 1996133 berhasil-kuasai-freeport-buruh-beri-2-jempol-untuk-presiden-jokowi-0sBzEXGYpA.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memberikan apresiasi kepada pemerintah yang berhasil menguasai tambang emas yang selama ini dikelola PT Freeport Indonesia (PTFI). Bahkan, Presiden KSPI Said Iqbal sampai memberikan dua jempol kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) karena telah mengembalikan aset besar negara ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Menurut Said Iqbal, prestasi dan keberhasilan ini sudah sepantasnya diberikan apresiasi. Terlepas dari banyaknya perdebatan publik mengenai bagaimana proses divestasi 51% saham Freeport itu dilakukan.

Baca Juga: Beli Freeport dengan Gadai Aset, Inalum: Jangan Termakan Hoax

"Pertama dengan selesainya Freeport divestasi 51% terlepas dari perdebatan kita apresiasi serikat buruh. Karena kira apresiasi tolong kawan-kawan media sampaikan kepada Presiden Jokowi," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Menurut Said, keberhasilan Presiden Jokowi untuk mengakusisi saham mayoritas Freeport merupakan suatu kedaulatan ekonomi yang harus dijaga. Tentunya tanpa mengesampingkan peran asing juga yang ikut membantu mendorong perekonomian Indonesia.

Sebab menurutnya, saat ini sudah tidak bisa suatu negara yang tidak membutuhkan bantuan investor asing dalam menopang perekonomian suatu negara. Apalagi di tengah kemajuan teknologi internet membuat seluruh negara bisa bertukar informasi hanya dalam hitungan menit sjaa.

"Kita tidak anti asing. Kita tidak bisa anti asing. Yang kita persoalkan adalah ekonomi kedaulatan ekonomi satu bangsa," jelasnya.

Baca Juga: DPR Munculkan Wacana Pembentukan Pansus Freeport

Setelah melalui beberapa proses negosiasi, pemerintah akhirnya berhasil mengakuisisi 51% saham Freeport Indonesia. Hal tersebut ditandai dengan terbitnya Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK) sebagai pengganti Kontrak Karya (KK).

Dengan terbitnya IUPK ini, maka PTFI akan pendapatkan kepastian hukum dan kepastian berusaha dengan mengantongi perpanjangan masa operasi 2 x 10 tahun hingga 2041, serta mendapatkan jaminan fiskal dan regulasi. PTFI juga akan membangun pabrik peleburan (smelter) dalam jangka waktu lima tahun.

(fbn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini