nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi: Pelaku Pasar Modal Layak Mendapat Apresiasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 28 Desember 2018 17:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 12 28 278 1997207 presiden-jokowi-pelaku-pasar-modal-layak-mendapat-apresiasi-xiOMs3klqI.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menutup perdagangan saham tahun 2018. Dalam penutupan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat3,8 poin atau naik 0,062% ke 6.194.

Usai menutup perdagangan, Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan kepada seluruh pelaku pasar modal. Pasalnya, berkat upaya mereka semua IHSG tahun 2018 bisa mencapai target di atas poin 6.000.

"Saya memberikan penghargaan yang dalam kepada seluruh pelaku pasar modal dalam memajukan pasar modal Indonesia," ujarnya dalam acara penutupan perdagangan di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Baca Juga: Investor Berpenghasilan di Atas Rp10 Juta Mendominasi Pasar Saham Indonesia

Menurut Jokowi, para pelaku pasar modal layak mendapatkan apresiasi. Karena meskipun sempat naik turun dalam beberapa bulan lalu, tetap mampu bangkit dan ditutup pada angka di atas 6.000 di akhri tahun.

"Karena kita melihat capaian bursa efek tahun ini sesuai dengan target IHSG di atas 6.000. Sebentar lagi kita lihat benar-benar di atas 6.000," jelasnya.

Apalagi lanjut Jokowi, di sepanjang tahun 2018 ini Indonesia termasuk pasar modal terus mendapatkan tekanan dari global. Seperti adanya perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dengan China yang membuat perekonomian negara berkembang seperti Indonesia sempat goyang.

Goyangnya ekonomi dalam negeri tentunya akan berpengaruh terhadap industri pasar modal. Karena para investor akan cenderung menunggu hingga perekonomian kembali stabil.

Baca Juga: Tahun Baru, Pasar Saham Tutup Jumat 28 Desember 2018 hingga 1 Januari 2019

"Kinerja positif meskipun kita tahu kondisi perekonomian global sulit untuk direvisi. Termasuk juga pasar modal masih bergejolak dengan eksternal dipengaruhi kondisi psikologi pasar kita," jelasnya

Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi para pelaku pasar modal karena bisa membawa pasar modal Indonesia berada di level 6.000. Bahkan dirinya mengaku optimis jika hal ini bisa dipertahankan bukan tidak mungkin pasar modal Indonesia akan berkembang pesat.

"Melihat akhir penutupan perdagangan bursa ini saya ingin menyampaikan optimisme terhadap perkembangan pasar modal yang kita miliki," jelasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini