nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kekayaan Warren Buffet Tergerus USD4,3 Miliar Akibat Anjloknya Saham Apple

Mulyani, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 14:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 04 320 1999921 kekayaan-warren-buffet-tergerus-usd4-3-miliar-akibat-anjloknya-saham-apple-V3gPoW7VFb.jpg Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA – Salah satu investor tersukses dunia, Warren Buffet mengalami kerugian besar dalam perdagangan bursa Amerika Serikat (AS) akibat anjloknya saham Apple.

Dilansir dari Forbes, Jumat (4/1/2019), Warren Buffet memulai investasi di Apple senilai USD36 miliar, kemudian melonjak hampir USD60 miliar pada Oktober ini. Namun sayangnya, dalam dua bulan terakhir ini, sahamnya jatuh 38% dan jelas menghapus keuntungan investasi perusahaannya Berkshire Hathaway.

Sebelumnya, saham Apple anjlok hampir 8% karena surat CEO Apple Tim Cook pada investor untuk menurunkan kinerja kuartal I. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya ekonomi China yang melemah dan pendapatan iPhone yang leih rendah dari perkiraan.

Baca Juga: Apple Jadi Korban Perang Dagang AS-China

Pada penutupan pasar reguler kemarin, saham Apple dihargai USD157,92 per saham. Artinya kekayaan Warren Buffett dari Apple mencapai USD39,87 miliar. Penurunan harga saham Apple setelah perdagangan ditutup itu telah membuat kepemilikan Berkshire turun menjadi sekitar USD37,1 miliar.

Analis Keefe Bruyette & Woods Meyer Shields mengatakan, dalam catatannya penurunan Apple baru-baru ini dapat mencukur 8% dari nilai buku per saham Berkshire. Dan Buffett adalah dropper terbesar dalam peringkat Real Time Billionaires Forbes kemarin karena saham Berkshire merosot 5,6%. Pada akhirnya, kekayaan bersih Buffett turun USD4,3 miliar atau Rp62,35 triliun (kurs Rp14.500 per USD).

Baca Juga: Saham Apple Anjlok, Warren Buffet Rugi Rp40,6 Triliun

Namun, anjloknya saham Apple tidak terlalu mengkhawatirkan Buffet. Sebab, dia bisa membeli saham iPhone dengan jumlah lebih banyak lagi.

Saham Apple merupakan investasi terbesar Warrent Buffet. Menurutnya, saham Apple sebagai saham sektor konsumer dan sektor teknologi, karena tingginya pengguna iPhone di dunia.

Buffet pun telah melakukan upaya besar pada 2018 untuk mengingatkan investor agar tidak terlalu puas dengan keuntungan jangka pendek atas investasi besar Berkshire Hathaway di perusahaan seperti Apple. Selain itu, aturan bagian keuangan Berkshire saat ini mengharuskan mencatat keuntungan dan kerugian investasi yang belum direalisasi pada laporan laba rugi. Sampai saat ini aturan tersebut menyanjung pendapatan Berkshire.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini