Subsidi Kereta Api Ekonomi Dicabut, Menhub: Tak Ada Kenaikan Tarif Rp1 Pun

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 04 Januari 2019 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 04 320 2000107 subsidi-kereta-api-ekonomi-dicabut-menhub-tak-ada-kenaikan-tarif-rp1-pun-2JBIEWUB3B.jpg Foto: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan memastikan tidak akan ada kenaikan tarif kereta api ekonomi pada tahu 2019 ini. Meskipun nantinya ada pencabutan subsidi pada beberapa kereta api ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah.

Seperti diketahui pemerintah sendiri mengalihkan sebanyak lima kereta api ekonomi dari KA berstatus subsidi alias Public Service Obligation (PSO) menjadi non PSO. Perubahan status terkait tarif tersebut diharapkan tetap diminati oleh masyarakat.

Lima KA tersebut di antaranya KA Gaya Baru Malam Selatan lintas Surabaya Gubeng – Pasa Ssenen, KA Logawa lintas Purwokerto – Jember, KA Brantas lintas Blitar – Pasar Senen, KA Pasundan lintas Surabaya Gubeng – Kiaracondong Bandung, serta KA Matarmaja lintas Malang – Pasar Senen.

 Baca Juga: Tarif Tetap Meski 5 Kereta Api Ekonomi Tak Lagi Disubsidi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kereta api menjadi moda transportasi yang sangat penting bagi masyarakat. Apalagi saat ini, pelayanan moda transportasi berbasis rel ini semakin hari semakin baik sehingga membuat masyrakat semakin tertarik.

"Kami sudah sepakat dengan KAI tidak ada kenaikan harga satu Rupiah pun, harganya sama dengan yang lalu," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (4/1/2019).

Menurut Budi, ada beberapa alasan mengapa pihaknya mencabut subsidi pada beberapa kereta ekonomi. Salah satunya alasannya adalah tingkat keterisian penumpang masih membaik untuk lima jalur yang dilewati KA tersebut.

"Yang jelas ada beberapa catatan kemarin, ada putusan ekonomi yang seolah-olah subsidinya dicabut. Kita melihat ini buat masyarakat, kita concern," jelasnya.

 Baca Juga: Dana Perawatan dan Pengoperasian Kereta Api Dipangkas Jadi Rp1,1 Triliun

Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri sebelumnya mengatakan, dialihkannya 5 KA menjadi non PSO tersebut akan digantikan dengan beberapa KA ekonomi lainnya. Untuk KA perkotaan terdapat penambahan 2 KA yang beralih dari KA perintis menjadi KA yang mendapatkan subsidi PSO yakni KA Siliwangi dan KA Jenggala.

Menurut Zulfikri memang pada tahun ini pemerintah akan lebih berfokus pada pemberian subsidi bagi kereta commuter. Besaran subsidi PSO Tahun 2019 yang dialokasikan untuk kereta commuter sebesar Rp1,3 triliun.

Dari 936 perjalanan kereta commuter di Tahun 2018, pada Tahun 2019 subsidi PSO untuk kereta commuter naik menjadi 956 perjalanan kereta. Hal ini juga sejalan dengan target kenaikan penumpang kereta commuter menjadi 1,2 juta penumpang pada tahun 2019 yang akan menggunakan kereta commuter untuk mobilitas sehari-hari.

Selain untuk kereta commuter, dari Rp2,4 triliun besaran subsidi PSO Tahun 2019, subsidi juga diberikan juntuk kereta antar kota dan kereta perkotaan.

Sedangkan untuk kereta antar kota alokasi subsidi PSO terdiri atas KA Ekonomi Jarak Jauh sebesar Rp79,9 miliar, KA Ekonomi Jarak Sedang sebesar Rp244,4 miliar dan KA Lebaran sebesar Rp2 miliar. Adapun untuk kereta perkotaan terdiri atas KA Ekonomi Jarak Dekat sebesar Rp640 miliar dan KRDE Ekonomi sebesar Rp88 miliar.

“Pada Tahun 2018 lalu masih ada delapan kereta ekonomi jarak jauh yang mendapatkan PSO, tetapi pada Tahun 2019 ini hanya ada tiga kereta ekonomi jarak jauh yang memperoleh PSO yaitu KA Kahuripan, KA Bengawan, dan KA Sritanjung,” jelasnya belum lama ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini