Share

PM Jepang Shinzo Abe Waspadai Risiko Pemulihan Ekonomi Global

Jamilah, Jurnalis · Minggu 06 Januari 2019 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 06 20 2000625 pm-jepang-shinzo-abe-waspadai-risiko-pemulihan-ekonomi-global-HO6S5gIt38.png Foto: PM Jepang Shinzo Abe (Reuters)

TOKYO – Jepang akan terus mencermati risiko yang membayangi pemulihan ekonomi global. Kewaspadaan itu diterapkan dalam arah kebijakan pemerintahnya.

Demikian disampaikan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe seperti dikutip Reuters, Jakarta, Minggu (6/1/2019).

Tanda-tanda perlambatan permintaan global dan kenaikan tajam mata uang yen telah menurunkan prospek ekonomi Jepang yang bergantung pada ekspor. Hal ini mendorong peringatan verbal dari para pembuat kebijakan Tokyo tentang dampak buruk pergerakan pasar yang bergejolak pada pertumbuhan.

 Baca Juga: Serangan Sentimen Global Bikin Ekonomi RI 2019 Membaik, Ini Penjelasannya

"Sementara ekonomi global pulih secara bertahap, ada berbagai risiko terhadap prospek tersebut," kata Abe.

"Fundamental ekonomi Jepang bagus, tetapi kami ingin memandu kebijakan dengan cermat tentang berbagai risiko," sambungnya.

Pasalnya Jepang juga akan berupaya untuk memperbaiki gesekan perdagangan China- Amerika Serikat (AS) dengan mempromosikan koordinasi global saat memimpin pertemuan tahun ini dari Kelompok 20 negara ekonomi utama.

"Sebagai ketua G20, Jepang berharap dapat memainkan peran utama untuk mendorong kerja sama global untuk mencapai pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan," katanya, seraya menambahkan bahwa AS dan China harus mematuhi peraturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai perdagangan .

 Baca Juga: BI Beberkan Tren Ekonomi Global yang Melambat

Tanda-tanda selanjutnya dari lemahnya ekonomi Jepang dapat meningkatkan spekulasi pasar bahwa Abe mungkin lagi menunda kenaikan pajak penjualan yang dijadwalkan menjadi 10% dari 8% pada Oktober.

Kenaikan telah ditunda dua kali, setelah kenaikan menjadi 8% pada tahun 2014 mendorong perekonomian ke dalam resesi.

Abe menjelaskan, pendapatan dari kenaikan pajak yang dijadwalkan adalah kunci untuk memastikan sistem kesejahteraan sosial Jepang berkelanjutan. Pemerintah akan mengambil langkah-langkah yang cukup untuk mengurangi dampaknya dari pertumbuhan ekonomi.

"Tidak ada perubahan pada sikap kami untuk menaikkan pajak penjualan sesuai jadwal, kecuali Jepang dihantam kejutan pada skala (runtuhnya) Lehman Brothers," tutur Abe.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini