nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waskita Karya Targetkan Laba Bersih Rp4 Triliun pada 2019

Senin 07 Januari 2019 11:44 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 07 278 2000906 waskita-karya-targetkan-laba-bersih-rp4-triliun-pada-2019-Fupc4C4qoY.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Di tahun 2019, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menargetkan laba bersih Rp4 triliun. Sedangkan nilai kontrak baru ditargetkan sebesar Rp55 triliun sehingga total kontrak yang akan dikelola pada tahun 2019 diharapkan sebesar Rp120 triliun.

”Nilai kontrak pada 2018 ditarget senilai Rp 117 triliun dan pada 2019 ditargetkan bisa mengelola kontrak Rp 126 triliun. Teranyar, perseroan mengantungi kontrak bendungan di Aceh,” kata Direktur Keuangan WSKT, Haris Gunawan seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Dirinya menjelaskan, target laba sebesar Rp4 triliun bakal tercapai jika perseroan membukukan pendapatan senilai Rp54 triliun. Sedangkan pendapatan hingga akhir 2018, menurutnya, belum dapat disebutkan angka pastinya karena sedang dalam proses audit oleh akuntan publik. “Pasti naik, tapi enggak saya sebutkan dulu angkanya. Tahun ini targetnya Rp54 triliun," ungkapnya.

 Baca Juga: Waskita Karya Terima Pembayaran Proyek Senilai Rp36,7 Triliun pada 2018

Pada sisi lain, WSKT telah menerima pembayaran atas proyek dan dana talangan tanah sebesar Rp36,75 triliun sepanjang 2018. Perolehan tersebut berasal dari sejumlah pembayaran proyek berbagai infrastruktur jalan tol hingga proyek Light Rail Transit (LRT).

Sementara Direktur Utama Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra memaparkan, sejumlah proyek tersebut diantaranya pembayaran proyek jalan tol Batang - Semarang sebesar Rp5,75 triliun, proyek LRT Palembang sebesar Rp3,9 triliun, proyek tol Pasuruan - Probolinggo sebesar Rp2,1 triliun.

 Baca Juga: Waskita Karya Jual 5 Ruas Tol ke Asing, Apa Alasannya?

Selanjutnya, proyek Salatiga - Kartasura sebesar Rp2 triliun, proyek ruas tol Terbanggi Besar - Kayu Agung (porsi VGF Tol Semarang - Batang) senilai Rp1,96 triliun, penerimaan proyek lainnya sebesar Rp18,23 triliun, serta adanya pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp2,8 triliun.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal atau capex sebesar Rp 25,3 triliun atau naik 26,5% dari tahun 2018 kemarin. Disebutkan, sumber capex sebesar 30% dari kas internal dan 70% dari pendanaan eksternal seperti pinjaman bank atau penerbitan obligasi.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini