nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah Freeport, Vale Indonesia Bersedia Divestasi Saham ke Pemerintah

Senin 07 Januari 2019 11:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 07 320 2000900 setelah-freeport-vale-indonesia-bersedia-divestasi-saham-ke-pemerintah-ziPctVzvU7.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Mekipun sempat mengalami proses yang alot serta panjang dan kental urusan politik, pada akhirnya divestasi PT Freport Indonesia rampung juga. Melihat kesuksesan tersebut, rencananya bakal dilakukan PT Vale Indonesia (INCO).

Emiten perusahaan tambang asal Brazil ini menyatakan bersedia menawarkan divestasi saham kepada Pemerintah Indonesia. Untuk itu, Vale Indonesia sudah menyampaikan surat kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait hal tersebut.

”PT Vale akan memenuhi kewajiban divestasinya sesuai dengan Perjanjian Amandemen Kontrak Karya Vale Indonesia dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. PT Vale telah menyampaikan surat kepada Menteri ESDM sehubungan dengan proses pelaksanaan divestasi PT Vale," kata Senior Manager Communication PT Vale, Suparam Bayu Aji seperti dikutip Harian Neraca, Jakarta, Senin (7/1/2019).

 Baca Juga: Setelah Freeport, Pemerintah Caplok Saham Vale?

Vale Indonesia pertama kali melakukan eksplorasi di wilayah Sulawesi bagian Timur pada tahun 1920-an. ValeIndonesia yang semula bernama PT International Nickel Indonesia didirikan pada bulan Juli 1968. Pada tahun itu Vale Indonesia menandatangani KK yang merupakan lisensi dari Pemerintah Indonesia untuk melakukan eksplorasi, penambangan dan pengolahan bijih nikel.

Melalui Perjanjian Perubahan dan Perpanjangan yang ditandatangani pada bulan Januari 1996, KK tersebut telah diubah dan diperpanjang masa berlakunya hingga 28 Desember 2025. Kemudian pada tahun 2014, Vale Indonesia melakukan renegosiasi Kontrak Karya sehingga asa operasi diperpanjang hingga 2045.

 Baca Juga: Tak Mudah Ambil Alih Freeport, Presiden Jokowi: Mereka Tawar 30% Saya Tolak

Bayu menjelaskan, divestasi akan dijalankan sesuai dengan hasil Amandemen Kontrak Karya perusahaan pada Oktober 2014.

”Jadi divestasi yang akan dijalankan sesuai dengan hasil Amandemen Kontrak Karya kami pada Oktober 2014," ungkapnya

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini