nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenperin Targetkan Industri Agro Tumbuh 7,1%

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 07 Januari 2019 11:57 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 07 320 2000914 kemenperin-targetkan-industri-agro-tumbuh-7-1-vYmROY8Ugz.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan sektor industri agro sebesar 7,1% pada 2019. Target itu lebih tinggi dibandingkan dengan capaian tahun lalu sekitar 6,93%.

Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, kinerja sektor industri agro diproyeksikan terdongkrak karena akan adanya lonjakan dari permintaan domestik pada momentum pemilihan umum (pemilu), seperti produk makanan dan minuman. “Di tahun politik ini, ada beberapa sektor bakal meraih peluang besar di antaranya industri makanan dan minuman,” ujarnya dalam rilisnya di Jakarta.

Baca Juga: Nilai Belanja Industri Game Tembus Rp90 Triliun

Pada kuartal III/2018 industri agro mencatatkan pertumbuhan di angka 7,23% secara tahunan. Selama ini industri agro menjadi sektor andalan dalam memacu kinerja industri pengolahan non-migas yang juga turut menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan tersebut didukung oleh tumbuhnya masing-masing subsektor, seperti industri makanan dan minuman, industri hasil tembakau, industri pengolahan kayu, bambu dan rotan, industri kertas dan berbahan kertas, serta industri furnitur. “Kami optimistis, realisasi pertumbuhan industri agro pada 2019 akan lebih besar dari target 7,1%,” kata Sigit.

Pada semester I/2018 industri agro menyumbang hingga 49,11% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) sektor non-migas. Pada periode sama, ekspor dari industri agro berkontribusi mencapai USD23,26 miliar atau 26,43% terhadap total ekspor nasional. “Artinya, produk-produk agro kita telah mampu berdaya saing global,” katanya.

Investasi di industri agro juga menjadi motor penggerak pertumbuhan sektor manufaktur di Indonesia. Pada semester I/2018 Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di industri agro mencapai Rp24,32 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) menembus angka USD1,1 miliar. Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto memaparkan kinerja positif dari beberapa subsektor industri agro, antara lain industri pengolahan crude palm oil (CPO), kakao, dan gula.

grafik

Di industri pengolahan sawit, program implementasi B-20 mendorong pertumbuhan pasar domestik produk hilir sebesar 6,5% serta ekspor produk pangan dan biofuel kelapa sawit tumbuh hingga 7,4%. “Saat ini rasio ekspor produk hilir di industri CPO sebesar 80% dibandingkan produk hulu. Investasi mencapai USD1,2 miliar dengan penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 2.000 orang dan 32.000 tenaga kerja tidak langsung,” katanya.

Pada 2019 pasokan biodiesel ditargetkan sebesar 6,1 juta ton yang didukung dengan pabrik biodiesel nasional berkapasitas terpasang mencapai 12,75 juta kiloliter. Sementara industri pengolahan kakao terjadi peningkatan utilitas menjadi 61% pada 2018 dibandingkan 2017 sekitar 59%.

Selanjutnya industri pengolahan kakao menikmati surplus hingga USD770 juta dengan peningkatan ekspor cocoa butter sebesar 19% dan cocoa powder 18% pada Januari-September 2018. Kemudian pertumbuhan di industri gula didukung pembangunan tiga pabrik gula baru dengan total investasi mencapai Rp16,16 triliun dan kapasitas hingga 35.000 Ton Cane Day (TCD). Ketiga pabrik gula baru itu adalah Rejoso Manis Indo di Blitar, Muria Sumba Manis di NTT, dan Pratama Nusantara Sakti di Ogan Komering Ilir.

“Kami bertekad terus memacu industri agro di Indonesia agar lebih produktif dan kompetitif dengan pemanfaatan teknologi terbaru sesuai implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0. Apalagi industri makanan dan minuman akan menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri 4.0,” katanya.

(Oktiani Endarwati)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini