nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani Kucurkan Uang Rp500 Triliun untuk Pendidikan Vokasi

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 14:19 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 08 20 2001510 sri-mulyani-kucurkan-uang-rp500-triliun-untuk-pendidikan-vokasi-okaG0CFtOo.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone

JAKARTA - Pemerintah berfokus untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) demi mendongkrak perekonomian di 2019. Karena faktor pendongkrak ekonomi adalah pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, untuk meningkatkan kualitas SDM pihaknya menyiapkan dana sebesar Rp500 triliun. Anggaran tersebut nantinya akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.

Menurut Sri Mulyani, anggaran sebesar Rp500 triliun itu nantinya akan difokuskan untuk pendidikan vokasi. Anggaran tersebut akan terbagi ke dalam beberapa Kementerian dan Lembaga.

Ada beberapa anggaran yang akan dialokasikan untuk Kementerian Perindustrian. Adapula anggaran yang dialokasikan untuk Kementrian Ketenagakerjaan hingga Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti).

Baca Juga: Fakta Penerimaan Negara Lampaui Target, Nomer 4 Bikin Bangga

"Membangun pondasi sumber daya manusia, tidak mungkin terjadi dalam sehari. Untuk itu pondasi sumber daya manusia fiskal policynya adalah mengalokasikan sisi belanja, 20% dari anggaran untuk tahun 2019 untuk pendidikan itu mencapai hampir Rp500 triliun. Hanya untuk pendidikan," ujarnya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Di sisi lain lanjut Sri Mulyani, pemerintah juga menyiapkan anggaran alokasi khusus untuk kesehatan sebesar Rp126 triliun. Menurut Sri Mulyani anggaran kesehatan sangat penting bagi peningkatan kualitas SDM karena jika masyarakat Indonesia stunting kualitas SDM yang baik tidak akan di dapat.

"Kalau untuk kesehatan kita mengalokasikan anggaran untuk kesehatan Rp126 triliun. Masih belum termasuk anggaran yang dikeluarkan pemerintah pusat dan daerah," ucapnya.

Dengan anggaran sebesar itu lanjut Sri Mulyani, seluruh pihak harus bersama sama memanfaatkannya dengan baik. Khususnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga: Pertama Kalinya Pemerintah Tak Rombak APBN Perubahan dalam 15 Tahun

"Namun, memang diperlakukan eksekusi itu di berbagai institusi dan pemerintah daerah. Jadi, ini bukan masalah uang, tapi masalah koordinasi antara pusat dan daerah, dan juga antar kementerian," jelasnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut selama ini koordinasi antara pusat dan daerah masih belum terjalin dengan bagus. Sehingga berapa pun anggaran yang diberikan tidak akan bisa dimanfaatkan dengan baik.

"Jadi inilah yang menyebabkan mungkin tantangan paling besar, bukan masalah uangnya, tetapi siapa dan bagaimana koordinasinya sehingga hasilnya juga nanti dihubungkan dengan demand side-nya dari sisi industri," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini