nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengusaha Minta Tarif PPh Badan Turun, Sri Mulyani: Itu Butuh Proses Panjang

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Selasa 08 Januari 2019 15:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 08 20 2001539 pengusaha-minta-tarif-pph-badan-turun-sri-mulyani-itu-butuh-proses-panjang-5RyVLICkcb.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Okezone

JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan Roeslani menilai, ke depan persaingan kemudahan berusaha antar negara akan semakin ketat. Oleh karena itu, perlu adanya reformasi untuk memikat investor menanamkan dana di dalam negeri, khususnya melalui insetif fiskal.

Rosan menyatakan, reformasi perpajakan melalui penurunan Pajak Penghasilan (PPh) Badan perlu dilakukan sebab akan meningkatkan daya saing Indonesia. Pemerintah memang tengah mengkaji rencana penurunan tarif PPh Badan yang saat ini sebesar 25%.

"Ada harapan reformasi perpajakan, ini kita apresiasi di mana akan adanya rencana penurunan PPH Badan, itu akan timbulkan daya saing yang meningkat Indonesia," kata Rosan dalam acara diskusi 'Outlook Perekonomian Indonesia 2019' di Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

Baca Juga: Jepang Mulai Terapkan Pajak untuk Turis

Menanggapi permintaan pengusaha tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pihaknya terus mengkaji penurunan tarif pajak tersebut dengan melakukan komparasi pada negara-negara emerging market lainnya. Perubahan itu memang membutuhkan waktu yang panjang mengingat perlu dilakukan perubahan undang-undang.

"PPh Badan ini membutuhkan perubahan undang-undang yang butuh proses panjang, bukan hanya Inpres atau PMK. Ini artinya ada unsur politik, perlu dirapatkan dengan DPR, enggak bisa cepat," katanya dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Korban Bencana Tsunami Diberi Keringanan Pajak

Menurutnya, dengan besaran tarif PPh Badan sebesar 25% saat ini tak jauh berbeda dengan negara tetangga lainnya, seperti Malaysia, Thailand maupun Filipina. "Memang kalau Singapura yang dipakai sekarang ini 17%. Tapi Amerika Serikat saja 21%, jadi 25% itu bukan tinggi tapi juga enggak terlalu rendah," lanjutnya.

Bendahara Negara itu menyatakan, saat ini negara-negara memang tengah berusaha menurunkan PPh Badan, meski demikian dalam forum G-20 diingkatkan jangan sampai penurunan tarif itu menjadi bumerang perekonomian antar negara.

"Kami di G-20 disampaikan, jangan sampai race to the bottom, semua negara ingin turunkan rate pajak dan jangan sampai menjadi backfire (bumerang) ekonomi ke semua negara," kata dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini