nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lampaui Target, PNBP Sektor Pertambangan 2018 Capai Rp50 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 14:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 09 20 2002050 lampaui-target-pnbp-sektor-pertambangan-2018-capai-rp50-triliun-flHpH8dTwB.jpg Ilustrasi: Foto Koran Sindo

JAKARTA - Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat pencapaian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2018 di sektor pertambangan minerba sebesar Rp50 Triliun. Angka tersebut jauh melampaui target yang sudah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018.

Adapun porsi pencapaian PNBP 2018 Rp50 triliun terdiri dari, royalti Rp29,8 triliun, penjualan hasi tambang Rp19,3 triiun, iuran tetap Rp0,5 triliun dan jasa informasi Rp0,4 triliun.

Baca Juga: PNBP Sektor ESDM Lampaui Target Capai Rp217,5 Triliun

Direktur Jenderal Minerba Bambang Gatot Ariyono mengatakan, dalam APBN sendiri target PNBP di sektor pertambangan mineral dan batu bara 2018 adalah sebesar Rp32,1 triliun. Hal tersebut tentunya capaian yang sangat luar biasa bagi sektor pertambangan

"PNBP dari target Rp32 triliun, (realisasinya) menjadi Rp50 triliun," ujarnya dalam acara paparan kinerja di Kantor Ditjen Minerba, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Bambang menambahkan, pencapaian tersebut disebabkan oleh beberapa faktor salah satu di antarannya adalah harga komoditas tambang yang mulai membaik di sepanjang 2018. Karena harga komoditas yang naik, maka pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan juga akan lebih tinggi.

"Harga masih tinggi itu mudah-mudah menjadikan kita menolong perusahaan mencapai targetnya,"ucapnya.

Baca Juga: Menteri ESDM: PNBP Batu Bara Rp40 Triliun, Terbesar Setelah Minyak Sawit

Atas capaian tersebut, Bambang juga menaikkan target PNBP pertambangan mineral dan batu bara menjadi Rp40 triliun pada tahun 2019. Dirinya sangat yakin jika target tersebut bisa terlampaui mengingat pada tahun ini Kementerian ESDM menerapkan E-PNBP.

"Dengan ada E-PNBP akan lebih banyak. Target kita Rp 40 triliun mudah-mudahan tercapai," ujarnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini