nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspor Obat Hewan Tembus Rp21,58 Triliun

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 10:50 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 09 320 2001892 ekspor-obat-hewan-tembus-rp21-58-triliun-pI8FFu88tn.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Akumulasi nilai ekspor obat hewan dalam 3,5 tahun terakhir (2015-2018 semester I) mencapai Rp21,58 triliun. Capaian itu menjadikan obat hewan sebagai penyumbang terbesar total ekspor dari sektor peternakan senilai Rp32,13 triliun.

“Kontribusi ekspor terbesar pada kelompok obat hewan yang mencapai Rp21,58 triliun. Kita telah mengekspor obat hewan ke-91 negara tujuan,” kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian (Kementan) I Ketut Diarmita di Jakarta. Menurutnya, mayoritas komoditas peternakan mengalami peningkatan, baik volume maupun nilai ekspornya.

Baca Juga: Mendag Lepas Ekspor Rotan Asal Sukoharjo ke Eropa

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pencapaian nilai ekspor komoditas sektor peternakan pada 2017 mengalami peningkatan sebesar 40,98% dari 2015. Volume ekspor sektor peternakan sejak Januari hingga November pada 2018 mencapai 229.180 ton senilai USD578.402.448. Terhitung volume ekspor naik sebesar 9,67%, sedangkan nilai ekspor meningkat 3,19% jika dibandingkan dengan volume dan nilai ekspor Januari- November 2017 yang sebesar 208.965 ton dan USD569.230.610.

I Ketut Diarmita mengungkapkan, selain obat hewan, ekspor babi ke Singapura juga memberikan kontribusi yang besar, yakni mencapai Rp3,05 triliun. Selanjutnya produk susu dan olahannya menghasilkan sebesar Rp3,08 triliun menembus pasar di 31 negara. Kelompok pakan ternak asal tumbuhan menyumbang Rp3,34 triliun yang diekspor ke-14 negara.

“Beberapa produk lain, seperti produk hewan non-pangan, telur ayam tetas, daging dan produk olahannya, pakan ternak, kambing/domba, Day Of Chicken (DOC), dan semen beku juga menyumbang devisa besar pada 2018,” katanya.

Defisit Neraca Perdagangan 

Kementan, kata I Ketut Diarmita, telah melakukan terobosan peningkatan ekspor kebeberapa negara untuk unggas di antaranya ke Myanmar, Papua Nugini, dan Jepang. Pada 2018 mengekspor daging ayam olahan, DOC, dan pakan ternak. Selain itu, Kementan memanfaatkan potensi ekspor kenegara ASEAN dan Timur Tengah, terutama komoditas kambing dan domba. Indonesia pun sukses melakukan ekspor perdana ke Malaysia sebanyak 2.500 ekor kambing dan domba.

“Kita ingin ekspor terus meningkat, manfaat ekspor yang didapat bukan hanya meningkatkan pendapatan pelaku usaha, tetapi juga menambah devisa serta mengangkat martabat bangsa Indonesia di mata dunia,” ucap I Ketut Diarmita. Menurutnya, peluang pasar untuk komoditas peternakan di pasar global masih terbuka.

“Adanya permintaan dari negara di daerah Timur Tengah dan negara lain di kawasan Asia sangat berpotensi untuk dilakukan penjajakan,” katanya. Keunggulan halal dari Indonesia juga bisa menjadi daya tarik tersendiri untuk ekspor produk peternakan ke wilayah tersebut dan negara dengan penduduk mayoritas muslim lainnya.

(Sudarsono)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini