nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementerian ESDM Evaluasi Tawaran Vale soal Pengambilalihan Saham

Rabu 09 Januari 2019 18:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 09 320 2002178 kementerian-esdm-evaluasi-tawaran-vale-soal-pengambilalihan-saham-UQ4cFI3sNj.jpg Dirjen Minerba Bambang Gatot (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membenarkan surat yang dikirim PT Vale Indonesia Tbk soal divestasi saham. Namun, keputusan soal pengambilalihan saham belum dibicarakan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara KESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan, pemerintah masih belum memutuskan pengambilalihan saham Vale hingga saat ini. Pasalnya, pemerintah masih menunggu detail tawaran saham tersebut untuk dievaluasi.

"Divestasi Vale belum. Dia belum berikan data yang detail, karena jatuh temponya Oktober kan? Nanti kita minta kelengkapanya dan baru kita evaluasi," ujar Gatot di kantornya, Jakarta, Rabu (9/1/2019).

Dia melanjutkan, surat yang diterima KESDM hanya berupa surat pemberitahuan awal, sehingga belum ada rincian divestasi saham yang direncanakan Vale Indonesia.

Baca Juga: Investasi Sektor ESDM Tembus USD32,2 Miliar, Ini Rinciannya

"Sounding sudah bahwa dia tahun ini akan divestasi. Tapi besarannya berapa, nilainya berapa, dia harus tawarkan kepada pemerintah," ucap Gatot.

Dia menjelaskan, keputusan divestasi harus dipertimbangkan secara cermat. Beberapa hal yang perlu dievaluasi antara lain soal kinerja, prospek, dan kemampuan dana pemerintah.

"Ibarat ditawarkan cewek, harus dinikahi ya dilihat-lihat dulu lah masa dinikahi, kita langsung bawa pergi aja, menarik tidak?" tuturnya.

Gatot juga belum bisa membocorkan instansi mana yang akan ditugaskan mengambil alih saham produsen nikel tersebut. Bisa saja pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, atau BUMD.

Baca Juga: Realisasi Anggaran Kementerian ESDM Capai 90%

"Nanti ke pemerintah, terus pemerintah seperti biasa prosedur Permennya kan dari Menkeu, Menkeu nunjuk siapa, kemudian ke BUMN, BUMD, atau pemerintah sendiri mau beli kalau enggak ya pemerintah daerah," kata dia.

Sebelumnya, kontrak Vale Indonesia akan habis pada 2025.Sama seperti PT Freeport Indonesia (PTFI), operasional Vale menggunakan kontrak karya (KK).

Pada 2014, Vale bersama pemerintah Indonesia telah menandatangani komitmen perpanjangan kontrak 2x20 yang berakhir 2045.

Saat ini, 80 persen saham Vale dikuasai asing dengan rincian hampir 60 persen dikuasai Vale Canada Ltd, 20 persen dipegang oleh Sumitomo Metal Mining Co. Ltd, dan sisanya dipegang publik. (Isna Rifka Sri Rahayu-Inews)

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini