Freeport Diberi Waktu 8 Bulan Selesaikan Kajian Penanganan Limbah

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 09 Januari 2019 19:10 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 09 320 2002229 freeport-diberi-waktu-8-bulan-selesaikan-kajian-penanganan-limbah-SKpfoBOPr3.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), meminta kepada PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk menyelesaikan kajian terkait ekosistem dan manajemen penanganan limbah tambang selama 8 bulan.

"Kami harapkan selesai dalam 8 bulan ini, karena untuk pemanfaatan limbah bisa maksimal," ujar Inspektur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Ilyas Assad di Gedung KLHK, Jakarta, Rabu (9/1/2018).

Baca Juga: Limbah Freeport Bisa untuk Pembangunan Jalan dan Dibuat Batako

Dia menjelaskan, kajian tersebut dilakukan oleh PT Freeport Indonesia. Tapi dengan acuan yang telah dibahas bersama-sama. Pasalnya untuk tetap sesuai dengan ketentuan.

"Kajian ini menggunakan caranya Freeport, tak bisa serahkan kajian sebelum terms of reference-nya setuju kita bahas sama-sama. Karena kalau tidak nanti," tuturnya.

Setelah kajian tersebut selesai, lanjut dia, akan dibahas kembali untuk kebijakan selanjutnya. Maka itu, KLHK belum bisa memberikan kebijakan baru karena masih menunggu hasil pengkajian.

"Lihat nanti laporannya, nanti kita bahas bersama, hasilnya kita lihat lagi. Kebijakan baru mau diapain, kita belum tahu ya, kan ini kajian kajian yang baru," ungkapnya.

Baca Juga: Soal Isu Perusakan Lingkungan oleh Freeport, Begini Penjelasan Kementerian LHK

Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk menyelesaikan kajian terkait ekosistem dan manajemen penanganan limbah tambang. Hal ini supaya pemanfaatan limbah bisa maksimal.

Inspektur Jenderal (Irjend), KLHK Ilyas Assad mengatakan, limbah penambangan atau tailing yang dilakukan oleh Freeport tersebut nantinya bisa digunakan sebagai bahan baku untuk jalan.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini