nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Hadapan Pelaku Industri Jasa Keuangan, Wapres JK: Kita Harus Optimistis di 2019

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 20:59 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 11 20 2003337 di-hadapan-pelaku-industri-jasa-keuangan-wapres-jk-kita-harus-optimistis-di-2019-1MlXKaCOxR.jpg Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) hari ini menghadiri acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2019 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Ritz Calton, Jakarta.

Pada acara tersebut, hadir juga Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.

Baca Juga: Komitmen OJK di 2019: Tingkatkan Jumlah Emiten hingga Jaga Stabilitas Keuangan RI

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, bahwa semua pihak dalam pertemuan tahunan ini harus bersyukur, karena memasuki tahun baru semua harus penuh optimisme dan harapan, kegembiraan meski ada juga tantangannya.

"Kita lihat pertumbuhan ekonomi 5,2-5,3% dan inflasi perkembangan sangat optimis di 2019. Walaupun mempunyai tantangan dari internal dan eksternal. Maka itu, kita harus hadapi dengan kerja keras, kebersamaan dan apa yang di canangkan harus optimis untuk menjadi bangsa yang besar," ujarnya, Jumat (11/1/2019).

Dia menjelaskan bahwa, Indonesia ini mempunyai pengalaman di jasa keuangan, di mana pengalaman itu merupakan guru yang baik dan selama ini harus di pelajari.

Baca Juga: OJK Restui Hapus Kewajiban Perusahaan Punya Direktur Independen

"Kita tahu efek moneter tahun 97-98 efeknya sampai saat ini. Maka itu kita melakukan tindakan-tindakan, agar tidak ada krisis itu lagi. Apabila 20 lalu krisis itu di bayar oleh pemerintah maupun masyarakat, maka tidak akan terjadi dan akan di tanggung sendiri itulah pelajaran pertama industri perdagangan pasti tahu," tuturnya.

Maka tentu, lanjut dia, pelajaran-pelajaran lain harus lebih hati-hati untuk pengawasan lebih ketat. "Oleh karena itu OJK bisa mengambil langkah lebih penting di industri keuangan dan bisa memberikan semua kewajiban," pungkasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini