nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelindo III Berlakukan Tarif Khusus Handling Peti Kemas

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 11 Januari 2019 11:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 11 320 2002976 pelindo-iii-berlakukan-tarif-khusus-handling-peti-kemas-9eh6gp2KUG.jpeg Pelabuhan. Foto: Shutterstock

JAKARTA PT Pelabuhan Indonesia III (Pelindo III) berencana memberlakukan tarif khusus untuk biaya handling (penanganan) transshipment peti kemas domestik di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur.

Hal itu dilakukan Pelindo III sebagai upaya untuk menurunkan biaya logistik dari sisi biaya kepelabuhanan. Pelabuhan Tanjung Perak memiliki letak strategis sebagai penghubung wilayah barat dan timur Indonesia. Oleh karenanya, pemberlakuan tarif khusus ini diharapkan mampu menurunkan biaya pengiriman barang dan daya saing logistik di wilayah timur Indonesia. Direktur Utama Pelindo III Doso Agung mengatakan, besaran tarif khusus tersebut saat ini masih dalam proses finalisasi dan akan segera diumumkan kepada para pengguna jasa.

Baca Juga: Pelabuhan Indonesia Investama Ajukan Suntikan Modal Rp1 Triliun

”Besarannya masih dirumuskan oleh tim internal kami, yang pasti akan diumumkan dalam waktu dekat ini dan berlaku untuk penanganan antar terminal di Pelabuhan Tanjung Perak, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh para pengguna jasa,” kata Doso dalam keterangan rilisnya di Jakarta kemarin. Lebih lanjut Doso menambahkan saat ini Pelabuhan Tanjung Perak menangani 72 jalur pelayaran peti kemas domestik. Itu menunjukkan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran yang sangat penting dalam distribusi logistik ke berbagai wilayah Indonesia. ”Sekitar 75% menuju ke wilayah timur Indonesia, artinya biaya penanganan muatan di Pelabuhan Tanjung Perak sedikit banyak akan berpengaruh pada biaya logistik,” terangnya.

pelindo

Pakar maritim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Saut Gurning, melihat pemberlakuan tarif khusus tersebut merupakan usaha positif. Lebih lanjut menurut dia, usaha ini dapat memberikan optimisme baru bagi pelaku usaha peti kemas untuk tetap eksis mendukung geliat logistik maritim nasional.

(Heru Febrianto)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini