nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebanjiran Kontrak Baru, Wika Gedung Incar Rp7,72 Triliun

Senin 14 Januari 2019 15:06 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 14 278 2004212 kebanjiran-kontrak-baru-wika-gedung-incar-rp7-72-triliun-bbDHtvue1W.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Seiring optimisme pertumbuhan pasar properti, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) menargetkan pendapatan tahun ini sebesar Rp7,72 triliun dan laba bersih sebesar Rp533 miliar.”Untuk memenuhi target tersebut, perusahaan akan mengejar pertumbuhan kontrak baru, “kata Corporate Secretary Wijaya Karya Bangunan Gedung, Bobby Iman Setya dilansir dari Harian Neraca, Senin (14/1/2019).

Tahun ini, lanjutnya, perusahaan juga membidik kontrak baru Rp11,98 triliun. Maka dengan demikian, total kontrak dihadapi atau order book mencapai Rp22,78 triliun. Bobby mengatakan perseroan telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut. Pertama,peran aktif pada pasar fasilitas proyek infrastruktur penyediaan 1 juta rumah pola industrialisasi pracetak dan modular.

Baca Juga: Wika Gedung Buka Lowongan, Cek Syarat dan Cara Pendaftarannya

Kedua,peran aktif pada pasar fasilitas proyek infrastruktur seperti bandara melalui design andbuild,investasi, serta konsesi. Ketiga,seluruh pekerjaan konstruksi gedung dari Wika Group dilaksanakan oleh WEGE. Keempat,perseroan masuk ke pasar premium untuk mencapai target tahun ini.“Komposisi pasar kami adalah 60% pemerintah dan 40% BUMN serta swasta,” jelasnya.

WEGE adalah emiten yang merupakan entitas anak usaha dari BUMN kontruksi Wijaya Karya (WIKA) selaku pemilik hampir 70% saham WEGE. WEGE sendiri bergerak dalam bidang usaha properti, real estate, dan konstruksi pembangunan. WEGE telah menjadi perusahaan publik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 30 November 2017 dengan jumlah saham yang dilepas ke publik mencapai 20%. Selain WIKA, saham WEGE dimiliki juga oleh Koperasi Karya Mitra Satya (9,04%) dan Koperasi Karyawan WIKA (0,7%).

rupiah

WEGE juga memiliki anak perusahaan PT Wijaya Karya Pracetak Gedung yang bergerak di industri dan instalasi beton pracetak untuk gedung dan fasilitasnya. Asal tahu saja, pesatnya pertumbuhan bisnis mendorong perseroan merevisi target laba bersih di 2018 dari sebelumnya Rp425,7 miliar menjadi Rp443 miliar. Jika target tersebut tercapai, maka pertumbuhan laba bersih perusahaan dibanding tahun lalu naik 49,8% dari realisasi tahun 2017 Rp295,75 miliar.

Tercatat di kuartal tiga 2018, WEGE membukukan kenaikan pendapatan 61% menjadi Rp3,86 triliun pada periode sembilan bulan pertama 2019 dari Rp2,40 triliun pada periode yang sama di tahun 2017. Perseroan mengungkapkan, sebagian besar pendapatan berasal dari pendapatan jasa konstruksi, yakni Rp3,61 triliun atau 93,28% dari total pendapatan. Sisanya berasal dari pendapatan properti. Pendapatan jasa konstruksi WEGE naik 33,33% jika dibandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun lalu. Sedangkan pendapatan properti melonjak hingga 571% menjadi Rp255,39 miliar dari sebelumnya hanya Rp38,07 miliar.

Beban pokok penjualan pun ikut naik 63% menjadi Rp3,45 triliun. Meskipun demikian, WEGE tetap membukukan kenaikan laba bersih 65% menjadi Rp288,74 miliar pada periode September tahun ini dari Rp175,09 miliar pada periode yang sama di tahun lalu. Tercatat total aset WEGE pada periode September 2018 naik 26% menjadi Rp5,78 triliun dari Rp4,60 triliun pada akhir 2017.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini