nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PLN Serap Saham Baru Dua Anak Usaha Atlas Resouces

Senin 14 Januari 2019 15:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 01 14 278 2004215 pln-serap-saham-baru-dua-anak-usaha-atlas-resouces-cLA9aKrq3x.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menyerap saham baru dari dua anak usaha PT Atlas Resouces Tbk (ARII), yaitu;PT Sriwijaya Bara Logistic (SBL) dan PT Mitra Musi Jaya (MMJ). Direktur PT Atlas Resources Tbk, Lidwina S Nugraha dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyatakan, dengan masuknya PLN Batubara (PLNBB) sebagai pemegang saham pada SBL yang memiliki pelabuhan dan MMJ yang memiliki jalan hauling dari tambang sampai ke pelabuhan, maka akan menunjang perbaikan kinerja kedua anak usaha tersebut.”Tidak terdapat informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material sehingga mempengaruhi harga efek Atlas serta kelangsungan usaha Atlas,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Senin (14/1/2019).

Melalui aksi korporasi pengambilalihan saham baru tersebut membuat PLNBBI memegang 25,6% dari total saham SBL. Sedangkan sisanya di pegang oleh PT Sriwijaya Muba Logistic (SML) dan PT Aquela Pratama Indonesia (API) sebesar 0,22%. Sementara itu, komposisi kepemilikan di MMJ, sebesar 73,8% dipegang PT Sriwijaya Muba Logistic (SML), API memegang kepemilikan sebesar 0,59% dan PLNBBI memegang kepemilikan sebesar 25,6%.

Baca Juga: Perkuat Kelistrikan Jakarta-Banten, PLN Investasi Rp500 Miliar

Sebagai informasi, PT Atlas Resources Tbk menargetkan produksi batubara sebanyak 2,8 juta ton di 2018 dan membidik laba bersih sekitar USD10 juta-USD12 juta. Di kuartal tiga 2018, produksi batubara ARII ini sebesar 530.000 ton. Jumlah ini hanya meningkat 4,97% dari total produksi pada Juli 2018 sebanyak 504.904 ton. Realisasi produksi batubara ini tentu masih jauh dari target yang ditetapkan.

Lidwina bilang, perkiraan produksi batubara sampai akhir tahun hanya mendekati 1 juta ton. Salah satu kendala perusahaan dalam memproduksi batubara adalah terbatasnya alat berat dari kontraktor. “Kontraktor kita susah mendapatkan alat berat, alat berat itu sendiri yang harus indent paling cepat 6 bulan dan financing,” ujarnya.

ihsg

Tercatat pada semester pertama 2018 kemarin, perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar USD18,71 juta atau naik 84,69% daripada pendapatan di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD10,13 juta. Beban pendapatan perusahaan juga meningkat 35,97% menjadi USD18,22 juta di semester I-2018.

Selain itu, beban usaha dan beban keuangan juga meningkat, alhasil ARII menorehkan rugi bersih sebanyak USD3,27 juta, rugi bersih pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya USD2,07 juta. Saat ini perusahaan juga tengah meningkatkan penjualan ke pasar ekspor. “Target penjualan ke pasar ekspor pada 2018 sebesar 400.000 juta ton, sampai dengan Juli 2018, total ekspor sebanyak 60.232 ton,” ungkap Lidwina.

Kemudian perusahaan juga sudah memulai uji coba produksi tambang batu bara di wilayah PT Bayan Koalindo Lestari (BKL) sejak Juli 2018.Disebutkan, tambang tersebut memiliki luas konsesi 10.980 hektare (ha). Pada awal produksi, tambang di wilayah BKL ini ditargetkan mampu memproduksi sebanyak 50.000 ton.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini