Saham Teknologi Topang Kenaikan Wall Street

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 16 Januari 2019 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 16 278 2005053 saham-teknologi-topang-kenaikan-wall-street-p4HhwiMS7F.jpg Foto: Reuters

NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS), Wall Street naik pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, karena ditopang kenaikan saham teknologi dan internet. Netflix Inc berencana untuk menaikan biaya bagi pelanggan AS.

Kenaikan pasar saham juga karena harapan lebih banyak stimulus untuk ekonomi China yang melambat memupuk suasana hati yang beresiko di kalangan investor

Melansir Reuters, Rabu (16/1/2019),saham Netflix melonjak 6,5%, di mana perusahaan streaming video tersebut menaikkan harga untuk pelanggan AS. Saham internet lainnya, termasuk saham Alphabet Inc, Amazondan Apple Inc juga naik setelah pengumuman.

Baca Juga: Wall Street Turun Terbebani Anjloknya Ekspor China

Indeks layanan komunikasi S&P 500 yang mencakup Netflix dan Alphabet naik 1,7%. Sedangkan saham teknologi S&P 500 menguat 1,5%.

Adapun indeks utama Wall Street, Dow Jones Industrial Average naik 155,75 poin atau 0,65% menjadi 24.065,59. Kemudian, S&P 500 naik 27,69 poin atau 1,07% menjadi 2.610,3 dan Nasdaq Composite menambahkan 117,92 poin atau 1,71% menjadi 7.023,83.

Pergerakan saham juga mendapat dukungan dari stimulus China lebih banyak dalam waktu dekat, meredakan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia.

"Kami memiliki kabar baik hari ini secara keseluruhan. China membantu meredakan naik turunnya emosional harian yang merupakan tarif, dan bahwa Netflix berpikir dapat menaikkan harga berlangganannya juga sangat bagus," kata Kepala Strategi Pasar TD Ameritrade J.J. Kinahan.

Baca Juga: Awal Pekan, Wall Street Dibuka Lesu

Indeks utama Wall Street secara singkat memangkas beberapa kenaikan setelah parlemen Inggris mengalahkan kesepakatan perceraian Brexit dengan Perdana Menteri Theresa May dengan selisih yang lebar. Penolakan kesepakatan itu dapat menyebabkan keluarnya Uni Eropa secara tidak teratur atau bahkan pembalikan keputusan 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa.

"Tidak ada yang mengharapkan sesuatu yang hebat dari hasil Brexit. Pasar pun mengabaikan hal ini," kata Kepala Strategi Pasar SunTrust Advisory Services Keith Lerner.

Sebelumnya pada hari itu, keuntungan dibatasi oleh laporan pendapatan yang mengecewakan dari bank-bank besar AS.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini