nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nyebrang ke Malaysia dan Timor Leste Bisa Naik Kapal Ferry

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 16 Januari 2019 16:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 16 320 2005297 nyebrang-ke-malaysia-dan-timor-leste-bisa-naik-kapal-ferry-uuc9ddG5dZ.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berencana membuka rute penyeberangan internasional pada 2019  Rencana penyeberangan internasional ini nantinya akan disusun lewat rencana kerja selama 5 tahun ke depan.

Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi mengatakan, untuk pembukaan rute internasional pihaknya akan menggandeng Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Tujuannya adalah agar semakin mempermudah proses perizinan karena melibatkan dua negara di dalamnya.

"Kita ada beberapa lokasi dekat pariwisata. Ini yang bakal dilakukan lima tahun ke depan. Kita kerja sama dengan Kemenpar," ujarnya dalam acara media gathering di Kantor Pusat ASDP, Jakarta, Rabu (16/1/2019).

 Baca Juga: ASDP Siapkan Rp2,2 Triliun Beli Kapal Baru

Dalam waktu dekat ada dua penyeberangan internasional yang akan diprioritaskan. Pertama adalah penyeberangan dari Maritaing di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Dili, Timor Leste.

Wacana tersebut menyusul adanya permintaan dari Gubernur NTT Viktor B Laiskodat yang mengharapkan agar ASDP segera membuka rute NTT-Dili. Di mana tujuannya adalah untuk meningkatkan perekonomian di kedua negara.

"Mudah-mudahan bangun kapal Internasioanl dari NTT ke Dili, hari ini kita urus," ucapnya.

Selain rute tersebut lanjut Ira, pihaknya juga berencana untuk membuka rute penyeberangan dari Dumai, Riau menuju Melaka, Malaysia. Untuk membuka penyebrangan tersebut, pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan pihak pemerintah kedua negara.

"Lalu Dumai ke Melaka kita kerjasama erat dengan Kemenpar dengan Bea Cukai dan Imigrasi karena itu projects multisektoral," ucapnya.

 Baca Juga: ASDP Bidik 8,6 Juta Penumpang pada 2019

Menurut Ira, dibuka dua rute penyeberangan tersebut diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang masuk ke dalam negeri, sehingga bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi secara nasional.

"Di dua daerah ini karena ada dua hubungan tradisional kuat dengan negara tetangga. Daerah perbatasan laut dan darat, itu menyumbang angka wisatawan cukup besar. Jadi kita ingin ambil peluang itu," katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini