nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penutupan Pemerintahan Guncang Ekonomi AS

Koran SINDO, Jurnalis · Kamis 17 Januari 2019 14:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 17 20 2005755 penutupan-pemerintahan-guncang-ekonomi-as-c8QcL6O9Xf.jpg Foto: Koran Sindo

WASHINGTON - Ekonomi Amerika Serikat (AS) mengalami guncangan dengan penutupan pemerintahan AS atau shutdown. Itu karena banyak kontraktor pemerintah dan banyak lembaga telah meminta Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri shutdown dan membayar gaji para pegawai federal.

Shutdown terlama sepanjang sejarah AS telah memasuki hari ke-26 karena Presiden Trump dan pemimpin Kongres dari Partai Demokrat belum menunjukkan sinyal akan mengakhiri perseteruan.

Trump bersikeras membangun tembok perbatasan dengan Meksiko. Trump ingin Kongres mengucurkan USD5,7 miliar untuk mendanai salah satu janji kampanye. Sekitar 800.000 pekerja federal harus bekerja tanpa dibayar karena shutdown separuh pemerintahan federal.

Baca Juga: Penutupan Pemerintah AS, 800.000 PNS Belum Terima Gaji

Dia menolak mendukung legislasi untuk menyediakan anggaran bagi lembaga pemerintah hingga Trump mendapatkan persetujuan anggaran tembok perbatasan. Jika shutdown berlangsung hingga 25 Januari mendatang, maka AS diperkirakan akan menghadapi disrupsi yang serius.

Pemerintahan Trump memperkirakan shutdown akan berdampak terhadap 0,1% dari perekonomian AS. Namun, dampak perekonomian AS pada Selasa (15/1/2019) tumbuh mencapai 0,13% karena banyak pegawai belum mendapatkan gaji.

Bank Sentral AS menyerukan untuk menunda kenaikan bunga. Dampak shutdown memang sudah dirasakan di seluruh AS. Antrean panjang di bandara sudah tampak karena banyak pegawai keamanan tidak bekerja.

CEO Delta Air Lines Ed Bastian mengungkapkan, shutdown merugikan USD25 juta selama Januari karena sedikit pejabat Pemerintah AS yang berpergian. Inspektur obat dan makanan juga terkena dampaknya.

Baca Juga: Lakukan Transaksi Mata Uang Ilegal, AS Jatuhkan Sanksi atas Venezuela

Menurut Komisioner Badan Administrasi Obat dan Makanan (FDA) Scott Gottlieb, mereka fokus pada obat, narkoba, dan makanan yang berbahaya. Kemudian Trump direncankan akan menandatangani Government Employee Fair Treatment Act of 2019, undang-undang yang akan menjamin pe - kerja federal tetap mendapatkan gaji ketika shut down berakhir.

The Internal Re venue Service meminta 46.000 pekerja untuk tetap bekerja di tengah proses pengurusan pajak yang sedang mencapai pun caknya. Trump me ngundang kelompok anggoa parlemen bipartisan untuk mendiskusikan ketegangan.

Tapi, Gedung Putih mengungkapkan Demokrat meng abaikan ketegangan. Sem bilan anggota Kongres datang, tapi mereka tidak ter libat dalam ke pemimpinan. Pa ra pemimpin Partai Demokrat tidak meminta anggotanya mem boikot acara tersebut.

Salah satu anggota Kongres yang hadir adalah John Katko. “Trump ingin melanjutkan negosiasi,” kata Katko.

Dia menjelaskan belum ada proposal baru yang diajukan. Kemudian Senator Lisa Murkowski dari Partai Republik mengungkapkan mereka telah mendapatkan momentum, tetapi dia tidak menjelaskan secara detail.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini