nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

AKR Corporindo Suntik Modal Jakarta Tank Terminal Jadi Rp852,27 Miliar

Kamis 17 Januari 2019 14:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 17 278 2005763 akr-corporindo-suntik-modal-jakarta-tank-terminal-jadi-rp852-27-miliar-GqKoug5z3s.jpg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melakukan peningkatan modal pada entitas anak perseroan yang bergerak di bisnis terminal tangki penyimpanan BBM, yaitu PT Jakarta Tank Terminal. Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin disebutkan, AKRA telah menandatangani akta peningkatan modal ditempatkan dan disetor pada anak perusahaan yang berkedudukan di Jakarta Utara tersebut.

Setelah penyuntikan dana tersebut, modal ditempatkan dan disetor perseroan pada anak usaha menjadi Rp852,27 miliar, dari sebelumnya sebesar Rp744,27 miliar.“Adapun peningkatan modal ditempatkan dan disetor JTT tersebut sejumlah Rp108 miliar diambil bagian serta disetor seluruhnya oleh masing-masing pemegang saham secara proporsional,” kata Direktur AKR Corporindo Suresh Vembu dilansir dari Harian Neraca, Kamis (17/1/2019).

Baca Juga: Ramaikan Bisnis Migas, AKR-British Petroleum Bangun 30 SPBU

Tidak ada perubahan komposisi pemegang saham setelah penambahan modal tersebut. AKR Corporindo tetap menjadi pemegang saham mayoritas pada Jakarta Tank Terminal yaitu 51%, sedangkan sisanya digenggam oleh Vopak Indonesia BV. Dana yang diperoleh Jakarta Tank Terminal tersebut akan digunakan untuk menunjang kegiatan usaha perusahaan, yaitu meningkatkan kapasitas dengan membangun tangki penyimpanan bahan bakar minyak dan mengembangkan fasilitas penunjang lainnya.

AKRA membukukan penjualan sebesar Rp16,83 triliun selama Januari—September 2018, meningkat 25,31% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya (yoy) yaitu Rp13,43 triliun. Pada periode itu, perseroan mengantungi laba bersih sebesar Rp1,29 triliun, naik tipis 27,53% secara yoy. Tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan bisnis 20%. Angka tersebut diyakini bisa terealisasi karena permintaan kimia dan solar maupun minyak pada 2019 akan meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan dari sektor batubara, pertambangan, pembangkit listrik dan industri komersial."Permintaan BBM akan terus naik dan banyak perusahaan sudah mulai tambah kapasitas untuk permintaan kimia,"kata Suresh Vembu.

grafik

Dirinya menyebutkan, perseroan telah menyiapkan dana sekitar Rp600 miliar sampaiRp700 miliar untuk menunjang ekspansi bisnis tahun 2019. Sumber pendanaan berasal dari internal, pinjaman dan partner proyek. "Kita punya cash lebih dari Rp3 triliun, dana internal kita ambil dari situ untuk diinvestasikan," ujar Suresh.

Nantinya, dana capex 2019 akan digunakan untuk proyek-proyek yang masih berjalan dengan investasi secara bertahap, operasional dan penambahan armada kapal dan truk. Namun manajemen belum mematok target banyaknya armada yang akan ditambah pada 2019. Di sisi infrastruktur digunakan ekspansi tank storage di Tanjung Priuk dari 250.000kiloliter ke 350.000 kiloliter dan Tanjung Perak berkapasitas 40.000kiloliter. Selain itu, untuk memperkuat bisnis ritel perusahaan yang sudah memiliki135 SPBU itu juga akan membuka30 SPBU BP selama dua tahun ke depan.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini