nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

CGV Tutup Bioskop di Mall of Indonesia

Jum'at 18 Januari 2019 11:42 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 18 278 2006167 cgv-tutup-bioskop-di-mall-of-indonesia-JfLbHM4CWj.jpg Foto Bioskop: Harian Neraca

JAKARTAPT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menutup kegiatan operasional layar lebar CGV di pusat perbelanjaan Mall Of Indonesia (MOI) sejak tanggal 16 Januari 2019. Langkah itu diambil, karena masa sewa tempat telah berakhir. Namun, manajemen BLZT menyatakan, penutupan salah satu gerai layar lebarnya tersebut tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional.

Dilansir dari Harian Neraca, Jumat (18/1/2019), Direktur BLTZ Yeo Deoksu mengatakan, penutupan CGV di Mall of Indonesia dipastikan tidak terdampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha perseroan. Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2018, perseroan tercatat mengoperasikan 40 gerai layar lebar. Pada sisi pendapatan, tercatat sebesar Rp846 miliar atau naik 43% dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp592,56 miliar. Peningkatan pendapatan seiring dengan perolehan laba bersih perseroan yang naik signifikan 398% menjadi sebesar Rp21 miliar, dibandingkan priode yang sama tahun lalu Rp4,26 miliar.

Baca Juga: Pengelola Bioskop CGV Stock Split 1:2

Pendapatan BLTZ ditopang oleh segmen bioskop yang berkontribusi sebesar Rp576,01 miliar. Sedangkan segmen makanan dan minuman berkontribusi sebesar Rp200,01 miliar. Sementara segmen acara dan iklan menyumbang sebesar Rp69,26 miliar. Lalu segmen lisensi dan jasa manajemen berkontribusi sebesar Rp1,21 miliar.

Kenaikan pendapatan Graha Layar Prima ini berhasil menutup pembengkakkan di pos beban. Ada pun beban pokok penjualan perusahaan hingga September 2018 naik 40% menjadi Rp483,72. Perusahaan juga mencatat rugi dari selisih kurs senilai Rp12,79 miliar, naik 6.174% dari sebelumnya yang hanya Rp203,86 juta.

bioskop

Head of Sales and Marketing CJ CGV Cinemas, Manael Sudarman pernah bilang, tahun ini perseroan berencana kembali membuka bioskop baru. Apalagi, perseroan menargetkan dapat mengoperasikan 100 bioskop hingga akhir 2020 mendatang. Asal tahu sajam sejak hadir pada 2004 hingga akhir 2018 lalu, setidaknya sudah ada 57 cabang CGV yang beroperasi di 24 kota seluruh Tanah Air. "Totalnya ada 349 layar studio yang telah beroperasi," kata Manael.

Itu artinya, masih ada 43 cabang CGV lain yang akan dibuka Graha Layar Prima dalam kurun dua tahun ke depan. Kendati tak menyebut secara pasti target cabang yang akan dibuka pada tahun ini, Manael menyatakan, ekspansi akan dilakukan konsisten, dan sesuai dengan tren pertumbuhan dalam tiga tahun belakangan. "Average site growth di CJ CGV Cinemas untuk tahun 2015-2018 di rata-rata 51%. Sementara untuk periode yang sama screen growth di 40%," ungkap Manael.

Untuk membangun satu studio reguler, ia menyebut, investasi yang dikeluarkan berkisar antara Rp4 miliar hingga Rp6 miliar.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini