nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekspansi Bisnis, Graha Layar Prima Tambah 15 Layar Bioskop

Jum'at 17 Mei 2019 11:38 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 17 278 2056875 ekspansi-bisnis-graha-layar-prima-tambah-15-layar-bioskop-zr7TecNaAf.jpg Biosko

JAKARTA – Perluas penetrasi pasar guna menggenjot pertumbuhan bisnis, PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) berencana menambah lebih dari 15 bioskop lagi pada tahun ini. “Dengan ekspansi tersebut, perseroan menargetkan pertumbuhan laba hingga 20%,” kata Head of B2B Development Graha Layar Prima, Lee Jung Jae dilansir dari Harian Neraca, Jumat (17/5/2019).

Disampaikannya, target laba tahun ini tumbuh sekitar 20% dengan targetadmissionatau penjualan tiket naik 25%. Boomingnya film Avengers : Endgame, menurut Lee Jung, berhasil menopang kinerja penjualan perseroan selama semester pertama tahun ini. Pasalnya, konten film yang mendominasi penjualan tiket sejauh ini adalah film Avengers: Endgame.

Lee menyampaikan, penjualan tiket tersebut diharapkan membawa pertumbuhan positif bagi perseroan untuk sepanjang semester I/2019, setelah penjualan tiket sempat sepi pada Februari 2019.”Konten film yang mendominasi sepanjang kuartal I/2019 adalah Avengers: Endgame karena penjualannya sangat signifikan pada April,” ujarnya.

Baca Juga: CGV Tutup Bioskop di Mall of Indonesia

Dirinya menambahkan, secara keseluruhan, 10 besar konten yang berkontribusi terhadap kinerja emiten bersandi saham BLTZ tersebut pada 3 bulan pertama tahun ini masih berasal dari film-film Hollywood yaitu sebesar 60%. Sementara itu, 40% sisanya berasal dari film lokal, yang mana sebagian besar ditopang oleh penjualan tiket film Dilan 1991.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2019, BLTZ membukukan penyusutan rugi menjadi -Rp3,63 miliar, dibandingkan dengan rugi pada kuartal I/2018 senilai -Rp12,06 miliar. Adapun, pendapatan bersih juga membaik 19,94% menjadi Rp292,25 miliar pada kuartal I/2019 dibandingkan dengan Rp243,66 miliar pada kuartal I/2018.

Sekretaris Perusahaan Graha Layar Prima, Hera Septi Astuti menjelaskan, kompetisi dan situasi ekonomi nasional juga masih menjadi faktor utama yang mempengaruhi kinerja perseroan.“Bioskop sebagai layanan hiburan sering kali terimbas tingkat daya beli masyarakat karena tidak termasuk ke dalam kebutuhan pokok masyarakat,” ujar Hera.

bioskop

Kemudian berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) dan RUPS Luar Biasa memutuskan untuk mengangkat Ferdiana Yulia Sunardi sebagai direktur independen yang akan efektif dalam dua hari ke depan. Pengangkatan Ferdiana sebagai direktur independen menggantikan Bunyan Sofyan selaku direktur independen yang mengundurkan diri.

Sementara itu, dalam RUPST yang dilakukan pada hari yang sama, para pemegang saham telah menyetujui laporan keuangan tahunan emiten berkode saham BLTZ tersebut. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2018, BLTZ membukukan kenaikan laba bersih sebesar 183,19% menjadi Rp35,22 miliar, dari Rp12,43 miliar pada tahun sebelumnya. Begitu pula pendapatan perseroan yang melonjak 39,45% menjadi Rp1,18 triliun dari posisi senilai Rp849,24 miliar pada tahun sebelumnya.

Adapun, seluruh segmen bisnis BLTZ mengalami peningkatan pada tahun lalu dengan bisnis sinema tetap menjadi kontributor utama pendapatan sebesar Rp796 miliar, naik 39,79% dari posisi Rp569,62 miliar pada 2017. Segmen sinema pun berkontribusi sebesar 67,23% terhadap total seluruh pendapatan BLTZ.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini