Banyak Ritel Gulung Tikar, Menko Darmin: Ada E-Commerce

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 18 Januari 2019 11:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 18 320 2006182 banyak-ritel-gulung-tikar-menko-darmin-ada-e-commerce-qx9r1JUSSU.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Beberapa ritel mulai menutup gerainya. Terbaru adalah PT Hero Supermarket Tbk yang menutup 26 gerai jaringan ritel Giant Supermarket.

Sebelumnya juga sudah ada beberapa ritel yang menutup gerainya. Seperti pada dua tahun yang lalu adalah ditutupnya gerai milik PT Ramayana Lestari Sentosa, PT Matahari Departement Store hingga 7-Eleven (Sevel).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, tutupnya sejumlah ritel karena gaya belanja masyarakat yang sudah berubah. Saat ini lebih banyak masyarakat yang memilih belanja lewat online.

"Ya sudahlah kalau soal ritel karena dunia sedang berubah. Ada e-commerce," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Baca Juga: Saham Hero Supermarket Anjlok Pasca-Tutup Gerai dan PHK Karyawan

Selain itu, lanjut Darmin, persaingan usaha antar ritel juga kini semakin ketat. Berbagai cara dilakukan oleh perusahaan ritel untuk bisa survive.

Salah satu caranya adalah dengan cara membuka cabang di dekat pemukiman masyarakat untuk mempermudah ketika berbelanja. Belum lagi, barang-barang yang disediakan pun biasanya merupakan barang-barang pokok kebutuhan sehari-hari.

"Di kita khusus di Indonesia ada fenomena yang namanya Indomart, Alfamart, itu memang mengubah konstalasi. Mesti ada yang tersingkir ya. (Ada persaingan) Ya antar ritel," jelasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) mengungkapkan alasan menutup 26 toko sejak 2014. Lesunya industri ritel di dalam negeri membuat perusahaan harus melakukan efisiensi bisnisnya.

Hingga kuartal III-2018, penjualan Hero mencapai Rp9,85 triliun, turun 1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut tidak terlepas dari lesunya bisnis makanan meski perlahan diimbangi oleh bisnis non makanan.

Baca Juga: Efisiensi Jadi Alasan Hero Tutup Toko hingga PHK Karyawannya

“Perusahaan saat ini sedang menghadapi tantangan bisnis khususnya dalam bisnis makanan, oleh karena itu kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa yang akan datang” ujar Tony beberapa waktu lalu.

Dia menjelaskan, efisiensi tersebut berdampak pada 532 karyawan yang bekerja di toko yang ditutup. Toko-toko yang ditutup bergerak di bisnis makanan yang dinilai tidak bekerja maksimal.

Tony menyebut, penjualan bisnis makanan hingga kuartal III-2018 turun sekitar 6% sehingga membuat kerugian operasional membengkak dari Rp79 miliar menjadi Rp163 miliar.

"Kami mengeluarkan surat (PHK) kepada karyawan yang tokonya ditutup, yang artinya toko tersebut rugi dan perusahaan tidak mungkin menanggung beban jika tidak ada keuntungannya," ucap dia.

Tony mengatakan, saat ini Hero tetap memiliki 448 toko yang beroperasi di Indonesia. Toko itu terdiri dari 59 Giant Extra, 96 Giant Express, 31 Hero Supermarket, Giant Mart, 258 Guardian Health & Beauty, dan 1 toko IKEA

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini