Ternyata Menteri Basuki Pelanggan Setia Pangkas Rambut Garut

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 20 Januari 2019 11:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 20 320 2006889 ternyata-menteri-basuki-pelanggan-setia-pangkas-rambut-garut-YMngQhB2jt.jpeg Presiden Jokowi dan Menteri PUPR Ikut Pangkas Rambut Masal (Foto: Instagram Kementerian PUPR)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyempatkan diri untuk mengikuti pangkas rambut masal dalam kunjungannya ke Garut. Pangkas rambut masal sendiri dilakukan sesaat sebelum peresmian rumah subsidi Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG).

Dalam postingan dari Instagram Kemenpupr, baik Presiden Jokowi maupun Menteri Basuki tampak menikmati di cukur oleh para anggota pangkas rambut Garut ini. Bahkan dari raut muka Presiden Jokowi, terlihat senyum sumringah ketika sedang di pangkas.

Dalam postingan itu terlihat juga sosok Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Meskipun tidak ikut di pangkas, namun mimik muka pria yang kerap disapa Kang Emil itu tampak serius menyaksikan ketika rambut Menteri Basuki sedang di pangkas.

Usai dipangkas, Menteri Basuki sendiri mengaku sebagai pengguna jasa tukang cukur asal Garut. Dirinya mengaku selalu menggunakan jasa tukang cukur di Pasar Santa, Jakarta.

"Ini ada sejarahnya, kebetulan saya pengguna jasa cukur di sekitar Pasar Santa, Jakarta," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Minggu (20/1/2019).

Usai cukur rambut, Presiden Jokowi bersama dengan beberapa Menteri Kabinet kerja meresmikan perumahan bagi pemangkas rambut yang tergabung dalam Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) Perum PPRG dilakukan oleh Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Garut Rudy Gunawan, Direktur Utama BTN Maryono, dan Ketua PPRG Irawan.

Basuki menjelaskan, awal mula terbentuknya rumah khusus tukang cukur rambut Garut ini sendiri ketika dirinya menanyakan penghasilan tukang cukur langganannya yang bernama Irawan. Meskipun secara penghasilan mampu untuk mencicil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) namun hingga saat ini dirinya belum memiliki hunian.

"Saya tanya Pak Irawan, tukang cukur saya, berapa uang yang dikirim ke kampung halaman? Setiap minggu Rp 400 ribu katanya. Sudah punya rumah? Belum katanya. Padahal mereka mampu mengangsur KPR. Kementerian PUPR ada KPR FLPP yang juga disalurkan BTN. Saya tanyakan apakah BTN bisa memfasilitasi PPRG. Kemudian dirapatkan oleh BTN dan PPRG agar sesuai dengan proses,” jelasnya.

Sebagai informasi, Sebagai informasi, PT. Mitra Budiman Propertindo selaku pengembang Perum PPRG akan membangun 500 unit rumah type 30/60 diatas lahan seluas 5 hektar. Pada tahap I dibangun sebanyak 150 unit. Ditargetkan pembangunan akan selesai dalam waktu 2 bulan.

Rumah yang ditawarkan memiliki konstruksi struktur beton bertulang, bata merah dengan pintu dan kusen kayu. Rangka atap menggunakan rangka baja ringan, genteng metal dan plafon GRC. Selain itu dilengkapi listrik 900 watt dan sumur air tanah. Perumahan juga dilengkapi fasum lainnya seperti masjid, klinik, jalan lingkungan dan penerangan jalan.

Harga jual rumah sebesar Rp 130 juta dengan suku bunga yang dikenakan 5% atau lebih rendah dari bunga pasar, selama 20 tahun. Angsuran setiap bulannya sebesar Rp 800.000. Selain itu calon penghuni juga mendapat SBUM sebesar Rp 4 juta sehingga uang muka yang dibayarkan terjangkau sekitar 1% atau Rp 1,3 juta

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini