Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waskita Beberkan Penyebab Retaknya Ruas Tol Pemalang-Batang

Andrea Heschaida Nugroho , Jurnalis-Minggu, 20 Januari 2019 |15:48 WIB
Waskita Beberkan Penyebab Retaknya Ruas Tol Pemalang-Batang
Foto: Dokumentasi Waskita Toll Road
A
A
A

JAKARTA – Tol Pemalang - Batang mengalam keretakan di kilometer 321 jalur A atau jalur menuju Kabupaten Batang. Padahal jalan tol ini sendiri baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo belum lama ini.

Corporate Secretary Waskita Toll Road, Alex Siwu mengatakan, atas kejadian tersebut, pihaknya menyampaikan maaf atas ketidaknyaman tersebut. Menurut Alex, retaknya ruas tol Pemalang-Batang tersebut disebabkan hujan deras yang mengguyur wilayah Jawa Tengah dalam beberapa hari terakhir.

"Terjadinya gerusan Pada slope jalan Tol di akibatkan karena gerusan air yang meluap dari saluran akibat intensitas hujan yang tinggi selama beberapa hari terakhir," ujarnya saat dihubungi Okezone, Minggu (20/1/2019).

Alex menambahkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penangan sementara terhadap jalan yang retak tersebut. Tujuannya agar pengguna jalan dan warga desa tidak terganggu dengan peristiwa tersebut dan bisa beraktivitas dengan normal kembali.

Penanganan permanen belum dapat dilakukan. Sebab kondisi lokasi saat ini masih mengalami hujan lebat.

“Perbaikan sementara telah dilakukan untuk mengamankan pengguna jalan tol dan jalan warga desa Kelangdepok akibat peristiwa tersebut,” ucapya.

Sebagai informasi, Tol Pemalang-Batang yang dirancang sepanjang 39,2 kilometer itu bernilai investasi Rp 7,5 triliun. Tol ini terdiri atas dua seksi.

Seksi 1 memiliki panjang 23,3 kilometer. Sedangkan Seksi 2 Pekalongan-Batang memiliki panjang 15,9 kilometer.

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement