nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kementan Banjir Pujian dari Komisi IV DPR

Feby Novalius, Jurnalis · Senin 21 Januari 2019 20:11 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 21 320 2007484 kementan-banjir-pujian-dari-komisi-iv-dpr-ulm3OHWhXU.jpg Rapat Kerja Komisi IV dengan Mentan (Foto: Kementan)

JAKARTA - Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Edhy Prabowo mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berhasil mengembangkan produksi cabai, bawang, kedelai dan beberapa pasokan pangan lain sehingga mampu mencukupi kebutuhan masyarakat.

"Kami juga mengapresiasi perkembangan dan pertumbuhan korporasi pertanian selama ini. Yang jelas, kami tidak meragukan lagi kinerja pak menteri," ucap Edhy, di Komisi IV DPR, Jakarta Selatan, Senin (21/1/2019).

Selain itu, Edhy juga mendukung upaya Kementan untuk tidak menggunakan data lahan yang dikeluarkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) sebagai basis penghitungan anggaran 2019. Menurut dia, tidak ada yang lebih memahami situasi lahan sawah dari pada Kementerian Pertanian itu sendiri.

"Kementan yang lebih tahu, masa kita meragukan data pertanian Kementan. Yang kami takut nanti, kalau pakai data Kementerian ATR, pegawai Kementan sampai tingkat kabupaten tidak mau merealisasikan karena anggaran yang dipakai itu dianggap menyalahi," katanya.

Baca Juga: DPR Panggil Mentan Bahas Evaluasi Anggaran hingga Kenaikan Harga

Sementara itu, Anggota Komisi IV Kasriah juga mengapresiasi capaian sektor pertanian dibawah komando Menteri Andi Amran Sulaiman. Menurut dia, Kementan sukses merealisasikan serapan APBN sebesar 24.038.534.197.000.00.

"Oleh karena itu kita meminta pada Kementerian Pertanian agar selalu bekerja dan meningkatkan capaianya pada tahun mendatang," katanya.

Pujian bagi Kementan juga datang dari Anggota Komisi IV Fraksi Partai Golkar,Endangdayani. Perempuan yang mewakili Dapil Jawa Tengah ini memuji Kementan karena berhasil mendorong ekspor sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

"Menyampaikan banyak terimakasih dari para petani yang telah banyak menerima bantuan dari pemerintah, khususnya kementerian pertanian dalam empat tahun terakhir," katanya.

Baca Juga: Mentan: Swasembada Beras dan Jagung Sudah Terwujud

Sekedar diketahui, Komisi IV DPR menyetujui anggaran subsidi pupuk pada APBN 2019 mendatang sebesar Rp29,5 triliun setara dengan jumlah pupuk sebanyak 9.550.000 ton.

Meski demikian, DPR meminta Kementan agar memprioritaskan program program pengembangan komoditas strategi, pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan lahan rawa, pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan petani. Semua program itu diharapkan dapat terealisasi pada tahun 2019.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam paparanya mengatakan bahwa keberhasilan Kementan dalam menekan inflasi hingga melompati 12 negara hingga mengubah pertanian tradisional menjadi lebih modern adalah kerja keras semu pihak, termasuk Komisi IV DPR RI.

"Tentu saja semua capaian-capaian kami berkat kerja keras bersama yang harus kita sukuri bersama. Bahwa dalam pelaksanaanya, kami terus berupaya membuka investasi serta meningkatkan PDB sampai kurang lebih 400 triliun. Kami juga berupaya meningkatka NTP serta NTUP agar petani kita terus sejahtera," katanya.

Menurut Amran, banyak Permentan yang sudah ia cabut. Semua aturan dibuat semudah mungkin agar mampu mendatangkan banyak investasi. Dalam perjalannya, Kementan juga membuka pintu bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menciduk siapa saja yang berani bermai anggaran.

"Memang sejak 3 tahun lalu KPK selalu dibukakan pintu masuk ke kantor (Kementan). Kami malah senang, dan minta kpk mengawasi Kementan. Jangan lupa, besok masih ada perusahaan yang akan kami blacklist. Mereka tidak boleh lagi terlibat di kementerian pertanian," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini