Taktik Pemerintah Turunkan Angka Kemiskinan 9%

Selasa 22 Januari 2019 12:35 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 22 20 2007745 taktik-pemerintah-turunkan-angka-kemiskinan-9-tLsiGHXXqM.jpg Potret kemiskinan. Foto: Okezone

JAKARTA - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas berharap pada akhir tahun 2019 angka persentase kemiskinan di Indonesia terus turun dan menyentuh 9%. "Kita targetnya tahun 2019 ini kemiskinan itu 8,5-9,5%. Jadi kalau kita lihat angka terakhir di 9,66%, mudah-mudahan di 2019 akhir kemiskinan kita sudah di 9%," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dilansir dari Harian Neraca, Selasa (22/1/2019).

Untuk mencapai target tersebut, lanjut Bambang, pemerintah akan fokus pada penguatan bantuan sosial yang tepat sasaran, seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta Kartu Indonesia Sehat (KIS), untuk kelompok penduduk yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem. "Sedangkan untuk yang rentan miskin, supaya mereka tidak jatuh miskin lagi, kita perkuat akses permodalan mikro, kemudian juga penciptaan lapangan kerja. Jadi kombinasi itu," ujar Bambang.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin pada September 2018 terus turun menjadi 9,66% dibandingkan Maret 2018 yang mencapai 9,82%. Ada penurunan kemiskinan sebesar 0,16 poin di September 2018 dari Maret 2018 dan 0,46 poin dibandingkan September 2017.

Baca Juga: Tingkat Ketimpangan Indonesia Turun di September 2018

Secara jumlah, penduduk miskin pada September 2018 mencapai 25,67 juta orang, menurun 0,28 juta orang terhadap Maret 2018 dan menurun 0,91 juta orang terhadap September 2017. Sementara itu, terkait masalah ketimpangan, Bambang menekankan ada dua hal penting yang memengaruhi besarnya tingkat ketimpangan yaitu akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar, dan juga penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran.

"Tentunya kalau disparitas itu dua hal. Pertama masalah akses. Akses harus diperbaiki, oleh karena itu infrastruktur tetap perlu dibangun terutama infrastruktur dasar dan pelayanan dasar. Kedua, bansos itu harus sampai ke mereka. Karena problemnya sebagian kelompok yang harusnya menerima, belum menerima karena belum terjangkau bantuan tersebut," ujar Bambang.

Pada September 2018, BPS mencatat tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Rasio Gini turun tipis menjadi 0,384. Angka tersebut menurun sebesar 0,005 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2018 yang sebesar 0,389. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,391 turun sebesar 0,007 poin.

Titik Terendah Persentase Kemiskinan sejak Tahun 1999 

Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rusli Abdullah menilai penurunan persentase tingkat kemiskinan di level 'single digit' atau di bawah 10%, memang relatif lebih sulit. "Penurunan angka kemiskinan di level satu digit, lebih sulit dari pada pengurangan angka kemiskinan di angka "double digit". Misalnya, pengurangan angka kemiskinan dari 25-20% relatif lebih mudah dibandingkan dengan pengurangan angka kemiskinan dari angka 10% ke 9%," ujar Rusli.

Menurut Rusli, hal tersebut disebabkan pada angka kemiskinan di level 'single digit' terdapat orang yang memiliki keterbatasan fisik atau difabel dan orang yang sakit-sakitan sehingga tidak produktif, dan juga orang yang tidak memiliki kualitas pendidikan atau keterampilan. "Sakit bisa disebabkan karena merokok misalnya. Sedangkan yang tidak memiliki kualifikasi pendidikan atau skill disebabkan orang tersebut tidak memiliki akses ke pendidikan baik formal maupun informal," ujar Rusli.

Oleh karena itu, lanjut Rusli, pemerintah saat ini memiliki dua pekerjaan sekaligus. Yang pertama ialah menjaga angka kemiskinan agar tetap satu digit dengan mengarahkan program-program bantuan kepada 69 juta penduduk rentan miskin. "Sebanyak 69 juta penduduk hampir miskin ini sangat rentan terhadap guncangan ekonomi baik inflasi atau nilai tukar rupiah," katanya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini