nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perlambatan Ekonomi Global Bikin Harga Minyak Jatuh

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Rabu 23 Januari 2019 07:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 01 23 320 2008123 perlambatan-ekonomi-global-bikin-harga-minyak-jatuh-BmltQEiVVS.png Ilustrasi: Harga Minyak Jatuh (Foto: Reuters)

NEW YORK - Harga minyak dunia jatuh pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat. Hal ini dipicu kekhawatiran bahwa perlambatan ekonomi dunia.

Dengan adanya perlambatan ekonomi global dikhawatirkan akan mengurangi permintaan bahan bakar ketika produksi minyak mentah AS meningkat ke level tertinggi serta pemangkasan pasokan oleh OPEC dan sekutunya.

 Baca Juga: IMF Pangkas Proyeksi Ekonomi Global, Begini Reaksi Sri Mulyani

Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksi pertumbuhan ekonomi global akan melambat. Selain itu, perlambatan ekonomi China juga menekan harga minyak dunia karena para pedagang mengkhawatirkan tentang meningkatnya pasokan pada 2019 meskipun harga minyak lebih rendah.

Melansir Reuters, Rabu (23/1/2019), minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, turun USD1,23 menjadi menetap pada USD52,57 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret turun USD1,20 menjadi ditutup pada USD61,50 per barel di London ICE Futures Exchange.

Data dari Arab Saudi menunjukkan ekspor minyak mentah pada November naik menjadi 8,2 juta barel per hari dari 7,7 juta barel per hari pada Oktober, karena produksi naik menjadi 11,1 juta barel per hari.

 Baca Juga: Harga Minyak Naik Tipis Ditopang Rencana OPEC

Sementara itu, data pemerintah AS minggu lalu, menunjukkan produksi minyak mentah negara itu mencapai rekor 11,9 juta barel per hari.

"Mereka tidak memperkirakan itu (rekor produksi hampir 12 juta barel per hari) selama beberapa bulan," kata Tariq Zahir, anggota pengelola di Tyche Capital di New York.

"Kami melihat penurunan yang sangat besar pada rig (pengeboran minyak AS) pada Jumat (18/1), tetapi tergantung pada apakah Arab Saudi benar-benar akan melakukan pemangkasan produksi ini," sambungnya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini