Share

Ditjen Pajak Gandeng BEI Akses Laporan Keuangan Perusahaan Tercatat

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 25 Januari 2019 11:36 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 25 20 2009252 ditjen-pajak-gandeng-bei-akses-laporan-keuangan-perusahaan-tercatat-Bra8mqInJQ.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan jalin kerjasama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) guna meningkatkan daya saing melalui efisiensi dan peningkatan kualitas layanan perpajakan dalam hal pengawasan penyampaian laporan keuangan.

Kerjasama tersebut ditandai dengan Penandatanganan Nota Kesepahaman (Mou) dan Perjanjian Kerja Sama untuk Pilot Project Penyampaian Laporan Keuangan Berbasis Extensible Business Reporting Language (XBRL) yang berlangsung di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Penandatangan nota kesepahaman itu sendiri mencakup beberapa hal, yaitu pelaksanaan kerja sama untuk peningkatan kualitas layanan perpajakan, serta pengembangan penyampaian laporan keuangan wajib pajak badan yang terstandarisasi.

 Baca Juga: BEI: Buka Rekening Efek Bisa lewat Online, Tinggal Foto Selfie

Selain itu juga mencakup pelaksanaan kerja sama dalam penyelenggaraan sosialisasi Initial Public Offering (IPO) kepada calon perusahaan tercatat, dan keterbukaan informasi atau data terkait hasil pelaporan laporan keuangan dari calon perusahaan tercatat.

Dirjen Pajak Robert Pakpahan menjelaskan, dengan adanya kerjasama ini maka meningkatkan efisiensi dan keakuratan data terkait pelaporan keuangan oleh perusahaan tercatat di BEI.

"Wajib pajak badan kan melaporkan SPT (Surat Pemberitahuan) Tahunan, itu perhitungan pajak dilampirkan laporan keuangan. Atas prakarsa bersama untuk perusahaan listed (tercatat), kan mereka sudah ada pelaporan ke bursa, jadi kita connect saja, sehingga lebih efisen, cepat dan akurat datanya," jelas dia di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Sementara itu, Direktur Utama BEI Inarno Djajadi menambahkan, kerjasama tersebut juga sebagai bentuk legalitas dari pertukaran data online untuk mendukung inisiatif pembangunan basis data dengan teknologi big data.

 Baca Juga: Bos BEI Ingatkan Pentingnya Keamanan Siber di Era Digitalisasi

Inarno juga mengatakan, selain melakukan kerjasama dengan Ditjen Pajak, BEI juga sudah bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan demikian pengawasan penyampaian laporan keuangan akan lebih efisien dan akurat.

"Ini untuk keterbukaan. Disamping terhubung Ditjen Pajak, kita juga terhubung dengan OJK. Jadi nanti semua informasi lebih cepat, efisien dan mengurangi human error," katanya dalam kesempatan yang sama.

Melalui kerja sama ini, BEI dan Ditjen Pajak berharap jadi terobosan baru bagi simplifikasi dan efisiensi dari sistem pelaporan satu pintu atau single business reporting di Indonesia. Juga diharapkan dapat meningkatkan kemudahan dalam hal pengawasan penyampaian laporan keuangan dalam pelaporan SPT Tahunan oleh wajib pajak badan.

Untuk diketahui, BEI telah mengembangkan proyek laporan keuangan berbasis XBRL sejak tahun 2013 dan telah melakukan implementasinya sejak tahun 2015. XBRL sendiri merupakan sebuah standar komunikasi elektronik yang telah diakui secara global untuk transmisi dan pertukaran informasi bisnis.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini