nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

RI Ekspor Beras, Wujud Kemandirian Pangan

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Senin 28 Januari 2019 20:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 01 28 320 2010561 ri-ekspor-beras-wujud-kemandirian-pangan-x6mkWWfgTR.jpg Ilustrasi: Foto Okezone

JAKARTA - Komisi IV DPR menilai keinginan melakukan ekspor beras dapat saja dilakukan oleh Indonesia ke negara-negara Asia maupun benua lainnya di dunia.

Dari data dan informasi yang diterima, stok beras nasional saat ini sedang surplus. Hal tersebut disampaikan anggota Komisi IV DPR I Made Urip, Senin (28/1/2019).

Urip mengatakan, rencana dan perhitungan yang tepat untuk melakukan ekspor beras merupakan bentuk kemandirian pangan.

"Mudah-mudahan produksi beras nasional terus mengalami peningkatan. Kalau ditanya bisa atau tidak kita ekspor beras, harus optimis bisa. Itu kan kemandirian pangan," ujar Urip.

 Baca Juga: Gudang Penuh, Bulog Siap Ekspor Beras Tahun Ini

Urip mengemukakan, selama ini kerja Kementerian Pertanian di era pemerintahan Joko Widodo cukup nyata hasilnya. Beberapa komoditas pangan tercatat meningkat ekspornya

"Jadi agar semakin memperkuat ketahanan beras nasional, ke depannya perlu terus upaya konkrit yang menyasar petani," ucap Urip.

Sebelumnya, pada rapat bersama antara Komisi IV DPR dengan Kementerian Pertanian dan Badan Urusan Logistik (Bulog), mencuat wacana untuk melakukan ekspor beras ke beberapa negara di ASEAN.

 Baca Juga: Bulog Ekspor Beras, Menko Darmin: Sudahlah yang Penting Jaga Harga

Pernyataan tersebut dilontarkan Kepala Bulog Budi Waseso atau akrab dikenal Buwas. Ekspor beras dilakukan, ucap Buwas, guna mengoptimalkan penyerapan padi dari panen raya yang berlangsung sekitar April atau Mei mendatang.

Untuk dapat merealisasikan keinginan ekspor beras tersebut, koordinasi dan komunikasi telah dilakukan bersama Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Luar Negeri.

Sementara itu, menanggapi rencana ekspor beras ke beberapa negara di ASEAN, pengamat ekonomi dari IAIN Pontianak Rasiam Bintang menuturkan, ekspor dan impor komoditas beras merupakan tolak ukur kesejahteraan petani serta kedaulatan pangan.

"Berarti kan ada pasar ekonomi baru kalau mau ekspor beras di ASEAN. Tapi caranya harus meningkatkan produksi padi, supaya domestik jangan kosong (stok beras). Alur bisnisnya juga harus rapih," kata Rasiam.

 Baca Juga: Bulog Ekspor Beras, Kemendag Tidak Tahu

Rasiam mendukung jika pemerintah Indonesia ingin mengekspor beras. Kendati begitu, asal jangan sampai nantinya membuat harga beras dalam negeri mahal dan lahir banyak tengkulak.

Sebagai informasi, stok cadangan beras pemerintah di gudang Bulog saat ini berjumlah 2,1 juta ton. Kemudian, pada panen raya nanti ditargetkan penyerapan padi mencapai 1,8 juta ton.

Sedangkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi beras nasional tahun 2018 adalah 32,4 juta ton dan konsumsi keseluruhan yaitu 28,5 juta ton.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini