Hunian DP Nol Rupiah Dievaluasi

Koran SINDO, Jurnalis · Selasa 29 Januari 2019 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 29 470 2010746 hunian-dp-nol-rupiah-dievaluasi-265JjZjOWD.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta bakal mengevaluasi hunian DP Nol Rupiah. Evaluasi ini terkait jumlah rumah susun sederhana milik (rusunami) yang akan dibangun dengan kebutuhan masyarakat terhadap hunian tersebut.

Sejauh ini pembangunan hunian DP Nol Rupiah baru dilakukan di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Jumlah peminat di Klapa Village telah mencapai 2.400 orang, sementara unit yang dibangun PD Pembangunan Sarana Jaya hanya 709 unit. “Peminat itu relatif. Program DP Nol Rupiah punya syarat-syarat. Populasinya siapa saja. Ke depan kita akan mendata kebutuhan warga terhadap hunian ini,” ujar Kepala Unit Pengelola Teknis (UPT) DP Nol Rupiah Dinas Perumahan dan Permukiman DKI Jakarta Zikran Kurniawan kemarin. Evaluasi juga menyangkut lokasi dan kepemilikan lahan hunian DP Nol Rupiah, apakah berada di atas lahan pemerintah atau swasta.

Baca Juga: BI Tetapkan Bank yang Boleh Kasih KPR Tanpa DP

Rusunami tidak hanya dibangun BUMD, tapi juga perusahaan swasta ataupun BUMN. Saat ini BUMN bahkan berminat untuk membangun hunian DP Nol Rupiah. “Untuk bisa menjalankan program DP Nol Rupiah, kami sebagai UPT harus berubah menjadi badan layanan umum daerah (BLUD) terlebih dulu. Tidak mudah membuat UPT menjadi perusahaan atau BLUD, semua syarat harus dipenuhi,” ungkapnya. Terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2017-2022, pembangunan hunian DP Nol Rupiah mencapai 250.000 unit. Menurut Zikran, ini bukan berarti proyek hunian 250.000 unit selesai dalam waktu lima tahun pemerintahan.

rumah

Setidaknya groundbreaking bisa berjalan secara bertahap dalam lima tahun sesuai RPJMD. “Program hunian akan terus berjalan tidak hanya sampai 2022. Desainnya dibuat jangka panjang,” ucapnya. Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C Pinontoan menuturkan, 250.000 unit yang tercantum dalam RPJMD 2017-2022 tidak semuanya menggunakan skema DP Nol Rupiah. Hunian DP Nol Rupiah hanya 13.500 unit yang akan dibangun seluruhnya oleh PD Pembangunan Sarana Jaya selama lima tahun hingga 2022. Untuk hunian di Klapa Village, progres pengerjaan konstruksi saat ini memasuki tahap pemasangan atap (top-ping of).

Sebanyak 21 lantai dengan 780 unit sudah dikerjakan dan direncanakan rampung pada Juli 2019. PD Pembangunan Sarana Jaya juga memiliki lahan di Jakarta Timur yang rencananya akan dibangun hunian DP Nol Rupiah pada tahun ini yakni di Cilangkap seluas 2,8 hektare dan Pulogebang seluas 4 hektare. “Kami masih mendesain unit DP Nol Rupiah di Cilangkap dan Pulogebang. Kami juga akan membeli lahan di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Seharusnya tidak ada kendala untuk membangun 13.500 unit dalam lima tahun. Tanahnya kan milik BUMD,” ujar Yoory. Program DP Nol Rupiah hanya diperuntukkan bagi warga berpenghasilan di atas upah minimum provinsi (UMP) sebesar Rp4 juta - Rp7 juta per bulan.

Mereka dapat mencicil unit dengan berbagai pilihan tenor. Untuk jangka waktu cicilan mulai 10-20 tahun paling ringan Rp1,1 juta per bulan. Hunian Klapa Village terbagi atas enam tipe. Tipe studio berukuran 21 meter persegi dengan harga per unit Rp184 juta. Besar cicilan setiap bulan Rp1,9 juta untuk jangka waktu 10 tahun, Rp1,4 juta untuk 15 tahun, dan Rp1,17 juta untuk cicilan 20 tahun. Tipe studio ukuran 22,25 meter persegi harga unitnya Rp195,8 juta. Untuk jangka waktu cicilan 10 tahun akan dikenakan Rp2 juta setiap bulan, jangka waktu 15 tahun Rp1,49 juta, serta tenor 20 tahun Rp1,24 juta.

Untuk tipe paling besar dengan dua kamar seluas 35,3 meter persegi Rp341,7 juta. Cicilan 10 tahun dikenakan Rp3,5 juta per bulan, masa 15 tahun Rp2,6 juta, dan jangka waktu 20 tahun Rp2,16 juta. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana berharap pembangunan hunian DP Nol Rupiah yang dikerjakan PD Pembangunan Sarana Jaya dapat selesai tepat waktu sehingga warga yang sudah mendaftar benar-benar merasakan program tersebut.

“Saya berharap tidak ada kendala dalam proses pembangunan dan verifikasi data pendaftar. Program DP Nol Rupiah harus tepat sasaran,” ujarnya.

(Bima setiyadi)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini