Para delegasi yang mewakili negara dan juridiksi itu disambut oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Wiranto, Kiagus Ahmad Badaruddin, Kepala PPATK dan Dian Ediana Rae, Wakil Kepala PPATK. Di samping agenda inti tersebut, PPATK juga memfasilitasi penyelenggaraan pertemuan-pertemuan bilateral maupun multilateral negara-negara yang berpartisipasi dalam Egmont Group Meeting.
Baca Juga: PPATK: Publik Menilai Pejabat Legislatif Berpotensi Besar Lakukan Pencucian Uang
Secara khusus, PPATK telah mengagendakan berbagai pertemuan bilateral dengan berbagai lembaga intelijen keuangan dari wilayah Asia, Amerika, Eropa, dan Australia. PPATK juga akan menandatangani Nota Kesepahaman dengan lembaga intelijen keuangan Uzbekistan guna memperkuat sinergi antipencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme diantara kedua negara.
Dalam pertemuan bersejarah ini, dijajaki pula kerjasama antara PPATK dengan lembaga intelijen keuangan Palestina (Financial Follow Up Unit /FFU Palestina), serta mendorong agar Laos dan Timur Leste menjadi negara yang lebih kuat dalam mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang, Upaya nyata diwujudkan Indonesia dengan menjadi co-sponsor agar lembaga intelijen keuangan Laos dan lembaga intelijen keuangan Timor Leste dapat menjadi anggota Egmont Group.
Egmont Group memegang peran krusial dalam membantu proses pertukaran data dan informasi, pengalaman, keahlian, dan kontribusi bersama antar yurisdiksi guna memperkokoh rezim anti-pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme di seluruh dunia. PPATK merasa terhormat menjadi tuan rumah Egmont Working Group Meetings 2019 dan tetap berkomitmen untuk memperkuat peran Indonesia dalam upaya regional dan internasional untuk memerangi kejahatan keuangan.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.