nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sri Mulyani: Pertumbuhan Ekonomi Jangan Hanya Bergantung pada Komoditas

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 17:28 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 01 31 20 2012019 sri-mulyani-pertumbuhan-ekonomi-jangan-hanya-bergantung-pada-komoditas-jbk3m8RjZi.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, pertumbuhan ekonomi secara spasial masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah. Sebab, tak semua pulau di Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang pesat.

Dia menyatakan, pulau Jawa dan Sulawesi memiliki kegiatan perekonomian yang baik sehingga pertumbuhan mampu bertahan di atas 5%.

"Sulawesi dan Jawa itu pulau yang cukup diversity dari sisi sektor ekonomi maupun pelaku ekonominya, sehingga dia mampu secara resilience tumbuh di atas 5%," kata dia dalam acara DBS Asian Insight Conference di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Baca Juga: Perdalam Industri Jasa Keuangan Bisa Kerek Pertumbuhan Ekonomi

Berbeda halnya dengan perekonomian di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua yang tidak beragam dan sangat bergantung dengan komoditas, sehingga gejolak harga komoditas sangat mempengaruhi perekonomiannya. Terlebih beberapa komoditas kini mengalami turun harga seperti batu bara dan kelapa sawit.

"Ini yang harus menjadi PR pemerintah. Kalau harga komoditas drop, ekonominya tertakan. Oleh karena itu, kita harus mampu menjaga ketahanan ekonomi dengan pemerataan pembangunan," ujarnya.

Baca Juga: Optimistis di Tengah Turunnya Proyeksi Ekonomi Global

Oleh sebab itu, kata dia, pemerintah gencar melakukan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut, guna menciptakan dinamika ekonomi. Selain itu, mempermudah koneksi antar pulau lainnya, sehingga pemerataan ekonomi bisa terjadi.

"Kita juga berharap dengan pemerataan, ekonomi Indonesia bertahan, tidak hanya tergantung pada komoditas. Tapi bisa menyebar dengan berbagai kegiatan ekonomi lainnya sehingga mampu menghadapi lingkungan global yang enggak pasti," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini