Generasi Z yang Sudah Bekerja Disarankan Beli Rumah, Ini Alasannya

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 31 Januari 2019 14:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 01 31 470 2011900 generasi-z-yang-sudah-bekerja-disarankan-beli-rumah-ini-alasannya-dMQSBYUjvF.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Kebutuhan terhadap tempat tinggal seperti rumah maupun properti lainnya, bersama sandang dan pangan termasuk kebutuhan primer manusia. Artinya setiap orang membutuhkan tempat tinggal karena tanpanya orang tidak akan bisa hidup secara normal.

Bagi mereka yang sudah berkeluarga dan memiliki tanggungan, kebutuhan akan rumah atau tempat tinggal akan semakin meningkat agar kehidupan keluarga mereka bisa berjalan secara manuasiawi pada umumnya.

Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan menjelaskan, keputusan untuk membeli rumah atau hunian lainnya harus secepatnya diambil oleh generasi muda yang baru saja memasuki dunia kerja. Semakin muda usia saat membeli rumah, maka akan semakin baik karena masa muda masih belum banyak tanggungan.

“Begitu juga bagi Generasi Z yang di tahun 2019 ini mulai memasuki dunia kerja. Tahun ini adalah tahun penting bagi Gen Z, karena mereka akan berusia 21 tahun yang artinya secara hukum mereka sudah dianggap secara penuh cakap bertindak atas nama diri sendiri untuk bekerja, berpenghasilan, menabung, berinvestasi, dan mengelola utang termasuk di antaranya untuk membeli rumah atau properti lainnya dengan menggunakan fasilitas kredit seperti KPR atau KPA,” kata Ike dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

 Baca Juga: Di Kawasan Jabodetabek, Harga Rumah Wilayah Depok Naik Paling Tinggi

Untuk Gen Z yang baru memulai hidup mandiri, pemahaman keuangan sejak awal menjadi sangat penting. Saat karir dan pendapatan meningkat, fundamental yang kuat akan membantu mereka mengelola relasi yang sehat dengan uang.

Salah satunya dengan mempraktekkan prinsip keuangan 10-20-30-40: 10% dana darurat, 20% tabungan dan investasi, 30% utang produktif, 40% kebutuhan hidup. Lihat proporsinya bahwa mulai dengan dana darurat dan tabungan, bukan sebaliknya. Ini penting agar sudah teralokasikan di awal dan bukan dari sisa gaji. Apalagi kalau menabung dari sisa gaji biasanya jarang terwujud karena sering tak ada sisanya.

Pihaknya mengajak generasi muda agar mulai membeli rumah sebagai bentuk investasi masa depan.

“Apabila mereka mau membeli rumah sejak usia dini, hal itu akan menjadi aset yang nilainya akan naik berlipat-lipat saat mereka sudah berusia 40 tahunan. Rumah dan pengetahuan untuk membeli properti yang tepat adalah harta yang paling berharga, selain keluarga,” kata Ike.

 Baca Juga: 5 Wilayah Paling Dicari Pembeli Rumah di Jakarta, Mana Saja?

Pengetahuan diperlukan untuk bisa membeli rumah atau properti dengan tepat. Rumah.com sebagai portal properti online terdepan di Indonesia membantu para pencari properti khususnya generasi muda untuk mengambil keputusan membeli properti dengan penuh percaya diri.

Ike memberikan pesan bagi generasi muda yang suka jalan-jalan, “Pastikan mereka memiliki rumah atau tempat tinggal jika pulang dari petualangan penuh warna-warni instagrammable yang mereka jalani. Atau sesudah makan avocado toast yang melenakan sambil menyeruput kopi kekinian itu,” katanya.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini