nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Fakta Sri Mulyani Disebut Menteri Pencetak Utang

Mulyani, Jurnalis · Sabtu 02 Februari 2019 06:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 01 20 2012437 sederet-fakta-sri-mulyani-disebut-menteri-pencetak-utang-mf2XvB6MH8.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: Humas Kemenpan RB)

JAKARTA - Baru-baru ini sedang ramai diperbincangkan kritikan Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Prabowo menyebut Sri Mulyani sebagai Menteri pencetak utang.

Berikut fakta-fakta mengenai Calon Presiden Nomor Urut 02 menyebut Sri Mulyani sebagai Menteri pencetak utang, yang telah dirangkum Okezone, Sabtu  (2/2/2019).

1. Wapres JK: Utang Merupakan Hal yang Wajar

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan utang merupakan hal yang wajar dilakukan oleh negara berkembang untuk mempercepat pembangunan, karena belum memiliki penerimaan besar untuk itu.

"Di negara-negara apa saja, Jepang bersaing utang ke lembaga pensiun atau lembaga apa di negaranya, Amerika berutang dengan cara mencetak uang," katanya.

Baca Juga: Sri Mulyani: Jangan Kira Kita Cuma Utang, Utang dan Utang!

Kondisi di Indonesia, lanjut JK, memang belum seperti Jepang yang memiliki lembaga pengelola keuangan untuk digunakan modal pembangunan. Namun, Pemerintah saat ini mulai merintis lembaga-lembaga serupa yang keuntungannya bisa digunakan untuk investasi.

2. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance mengatakan utang pemerintah masih dalam kondisi aman

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani mengatakan, sejauh ini utang pemerintah masih dalam kondisi yang aman. Adapun rasio utang Indonesia terhadap Growth Demestic Produk (GDP) berada di kisaran 35%.

"Secara rasio, kita masih aman karena masih 35%. Negara Eropa malah 100% utang lebih besar dari GDP," ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani: Utang dan Pajak Itu Instrumen Fiskal Bukan Alat Kampanye

Aviliani menambahkan, hakikat utang sendiri sebenarnya tidaklah haram. Asalkan menurutnya, utang di bawah dari rasio yang sudah ditetapkan.

3. Menurut Sri Mulyani, Kritikan tersebut Dilontarkan hanya Melihat dari Nominalnya saja

Menurut Sri Mulyani, kritikan yang ditujukan kepada pemerintah tentang utang hanya melihat dari nominalnya saja. Bahkan beberapa orang yang mengkritik tidak mengetahui peruntukan utang tersebut untuk apa.

Sri Mulyani pun menjelaskan bahwa utang yang dilakukan pemerintah selama ini untuk menjaga ekonomi Indonesia agar tetap stabil. Apalagi selama 2018, perekonomian dalam negeri banyak mendapatkan tekanan dari eksternal.

4. Menko Luhut Menyebut Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan Terbaik

Menanggapi sindiran yang dilontarkan kepada Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan turut bersuara. Menurutnya, selama ini kinerja Bendahara Negara tersebut baik dalam mengelola keuangan negara.

Bu Ani (panggilan Sri Mulyani), itu menteri ekonomi terbaik dunia loh. Jadi kalau ada yang bilang menteri utang, mau bangkrut, ya yang ngomong yang mau bangkrut. Kalau orang yang bilang menteri utang, neneknya menteri utang!,” kata Luhut.

5. Disebut Menteri Pencetak Utang, Sri Mulyani Tidak Baper

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa dirinya tidak bawa perasaan (baper) disebut sebagai menteri pencetak utang oleh calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto.

"Jadi tugas Kemenkeu tidak hanya pencetak utang. Saya enggak baper kok. Ini jadi pelajaran buat kita semua," kata Sri Mulyani dalam acara orientasi pegawai baru rekrutmen umum 2018 di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini