nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

BTPN Resmi Merger dengan Bank Sumitomo Mitsui Indonesia

Jum'at 01 Februari 2019 14:40 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 01 278 2012425 btpn-resmi-merger-dengan-bank-sumitomo-mitsui-indonesia-9DlR4cNM9x.jpg BTPN (Foto: iNews)

JAKARTA - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) resmi beroperasi sebagai bank hasil penggabungan usaha (merger) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Padahal, keduanya memiliki segmen bisnis yang berbeda.

Direktur Utama BTPN Ongki Wanadjati Dana mengatakan, BTPN tadinya fokus pada segmen ritel dan usaha kecil dan menengah (UKM) sementara SMBCI di segmen korporasi. Dengan demikian, BTPN kini memiliki segmen bisnis yang lebih luas.

Baca Juga: OJK Terbitkan Izin Merger BTPN-SMBCI

"Kedua bank punya segmen bisnis yang beda tapi saling melengkapi. Oleh karenanya Bank BTPN bakal punya segmen bisnis yang lengkap dan menjangkau nasabah yang lebih luas," ujarnya saat konferensi pers di Menara BTPN, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Dengan adanya merger ini, lanjutnya, BTPN mengusung visi baru menjadi bank yang dapat memberikan perubahan berarti dalam kehidupan jutaan orang. Apalagi dengan dukungan teknologi digital sehingga mampu meningkatkan kontribusi bagi perekonomian nasional.

"Merger ini diyakini jadi dampak positif karena merger menghasilkan bank yang lebih besar dan lebih kuat bagi perekonomian nasional," kata dia.

grafik

Memiliki aset per Desember 2018 sebesar Rp189,92 triliun, BTPN menjadi salah satu dari 10 bank dengan aset terbesar di Indonesia. Dengan demikian, BTPN punya peluang lebih besar untuk memberikan pelayanan dan kontribusi yang lebih luas.

"Dengan dukungan global dari SMBC dan kemampuan perbankan digital, Bank BTPN memiliki kemampuan dan peluang untuk memberikan pembiayaan kepada industri yang lebih luas dan pelayanan yang lebih fokus pada kebutuhan nasabah," ucapnya.

Berbekal pengalaman membangun dan meluncurkan bisnis baru, Bank BTPN memiliki potensi untuk mengembangkan segmen pasar yang belum tersentuh, seperti segmen korporasi menengah dan UKM yang lebih besar serta mengembangkan cakupan bisnis ritel.

(Isna Rifka Sri Rahayu/iNews)

(kmj.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini