nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Ikan Makan Korban Tsunami, KKP: Itu Berita Bohong!

Feby Novalius, Jurnalis · Jum'at 01 Februari 2019 16:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 01 320 2012494 ada-ikan-makan-korban-tsunami-kkp-itu-berita-bohong-nV5lF43Zh6.jpg Tsunami Banten (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mematahkan isu yang beredar bahwa ikan laut hasil tangkapan nelayan mengkonsumsi tubuh korban tsunami. Ditegaskan oleh kemeterian yang dipimpin Menteri Susi Pudjiastuti, isu tersebut berita tidak benar alias hoax.

Oleh karena itu, KKP meminta agar masyarakat yang terdampak bencana tsunami tidak ragu mengkonsumsi ikan, salah satunya korban tsunami di Pandeglang, Serang, Banten.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP (PDSPKP-KKP) Rifky Effendi Hardijanto mengatakan, sejatinya tidak ada yang mau ada bencana apalagi seperti tsunami. Tapi belakangan ini sering kita dengar bersama beberapa wilayah atau daerah di Indonesia terkena dampak bencana tsunami.

Bahkan adanya bencana tsunami ini muncul berita hoax yang menyebutkan ikan makan korban tsunami, makanya itu yang harus kita luruskan.

“Itu semua berita bohong, makanya kami (KKP) terus mengedukasi ke masyarakat tidak ada hubungannya antara bencana tsunami dengan makan ikan,” katanya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Baca Juga: KKP-Kemenhub Berkomitmen Percepat Perizinan Usaha Perikanan

Dia mengatakan, kegiatan makan ikan merupakan yang biasa KKP lakukan tujuan utamanya untuk mendorong konsumsi ikan nasional. Namun, pasca tsunami seperti di Pandeglang ada keraguan dari masyarakat untuk mengkonsumsi ikan hasil tangkap nelayan.

“Hal ini yang ingin kita luruskan, terutama beredarnya hoax-hoax yang tidak bertanggung jawab terkait masalah ikan yang ditangkap oleh nelayan hingga mereka gak bisa jualan. Jadi, saya tegaskan semua kabar itu tidak benar, maka dari itu saya imbau kepada masyarakat jangan khawatir untuk menkonsumsi ikan, dengan makan ikan badan sehat otak cerdas,” ujarnya.

Doni Monardo : Hutan Pantai Dapat Kurangi Risiko Bahaya Tsunami

Rifky mengatakan bahwa isu ikan laut makan korban tsunami adalah persepsi yang salah. Dia pun berharap, konsumsi makan ikan di Kabupaten Pandeglang bisa terus meningkat tiap tahun yang awalnya hanya 25 kilogram per tahun bisa terus naik.

“Di sini kita hadir untuk menangkis isu, supaya masyarakat yang tadinya berpikir ikan laut itu berbahaya karena ikan laut itu mengkonsumsi korban tsunami, ini adalah sebuah kesalahan persepsi. Karena pada dasarnya ikan itu pemilih dalam hal mencari makan,” tuturnya.

Baca Juga: Menteri Susi Kawal Laut RI Tanpa Pandang Bulu

Lebih jauh, Rifky tak menampik pasca bencana tsunami pada 22 Desember 2018 lalu, para nelayan mengalami trauma dan mengakibatkan ratusan perahu nelayan rusak. Karenanya, guna mendukung para nelayan untuk melaut lagi pasca tsunami, KKP memberikan bantuan alat tangkap dan menginstuksikan BUMN datang ke Pandeglang membeli ikan tangkapan nelayan, karena dikhawatirkan isu yang beredar memengaruhi daya beli masyarakat terhadap ikan laut.

“Saya tahu, pasti para nelayan ada trauma. Tapi pasti mereka harus fokus pada kehidupan keluarganya. Karenanya KKP memberikan bantuan berupa alat tangkap bagi nelayan yang alat tangkapnya rusak akibat tsunami. Ini jelas menjadi perhatian Pemerintah bersama sama dengan komponen masyarakat lainnya untuk segera me-recovery. Memang kekuatan anggaran pemerintah dalam memberikan dukungan pergantian alat tidak akan mampu memenuhi semuanya maka mengajak seluruh komponen bangsa,” ujar Rifky.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini