nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dolar Melemah Menyusul Rendahnya Upah AS

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 02 Februari 2019 10:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 02 320 2012821 dolar-melemah-menyusul-rendahnya-upah-as-RBIfoMmBkO.jpg

JAKARTA - Indeks Dolar melemah pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi). Penurunan ini terjadi setelah rilis data laporan inflasi dan upah yang sangat rendah yang membuat Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) harus lebih hati-hati dalam menaikan suku bunganya (Fed Fund Rate/FFR).

Greenback memang mengalami lonjakan ketika rilis kenaikan lapangan kerja yang positif. Dalam laporannya, ekonomi AS menciptakan 304.000 pekerjaan baru, tertinggi dalam 11 bulan, melampaui perkiraan 165.000 pekerjaan. Namun demikian, tingkat pengangguran naik ke tertinggi tujuh bulan sebesar 4,0%.

"Kami mengalami kenaikan tajam dalam dolar AS berdasarkan kenaikan kuat dalam daftar gaji serta laporan keseluruhan yang solid," kata Ahli Strategi FX di Credit Agricole, Eric Viloria, seperti dikutip Reuters, Sabtu (3/2/2019.

Kontrak-kontrak yang terkait dengan kebijakan suku bunga Fed telah mengacu pada setiap peluang kenaikan suku bunga 2019. Apalagi setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada tahun ini akan sedikit sabar dalam menaikan suku bunga acuan.

"Tetapi kehilangan upah mungkin memperkuat pendekatan sabar oleh Fed dan itu telah menahan dolar," tambahnya.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,01% menjadi 95,5705 pada pukul 03.00 (20.00 GMT).

Euro, sementara itu, naik 0,2% menjadi USD1,1471, sementara dolar AS naik 0,2% terhadap yen menjadi 109,02 yen

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini