nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Tsunami Palu, Marak Pencurian Kabel Listrik Rugikan Rp200 Juta

Senin 04 Februari 2019 14:20 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 02 04 320 2013556 pasca-tsunami-palu-marak-pencurian-kabel-listrik-rugikan-rp200-juta-om8trnrwpo.jpg Foto: Reuters

PALU - Managemen PLN Area Palu, Sulawesi Tengah, mengaku pencurian kabel listrik di ibu kota provinsi itu dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir ini cukup marak.

"Pasca bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, banyak kabel listrik milik PT PLN setempat hilang digasak oknum-oknum warga yang tidak bertanggungjawab," kata Manager PLN Area Palu, Abbas Saleh kepada Antaranews, di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (4/2/2019).

Baca Juga: PLN Berhasil Perbaiki 7 Gardu Listrik di Palu

Dia mengatakan akibat dari banyaknya kabel listrik yang dicuri, PLN mengalami kerugian sekitar Rp200 juta.

Kerugian tersebut terhitung sejak empat bulan pasca bencana alam di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong.

Dia menjelaskan pencurian kabel listrik hanya terjadi di wilayah Palu, Ibu Kota Provinsi Sulteng.

Menurut dia, fenomena ini perlu mendapat perhatian semua pihak, termasuk kepolisian karena bisa berdampak terhadap kontinuitas pasokan listrik.

Kalau kabelnya dicuri, otomatis bisa saja tiba-tiba terjadi pemadaman, meski tidak ada gangguan pada mesin pembangkit listrik.

Dia menambahkan sasaran para pencuri kabel listrik adalah gardu yang ada pada travo induk.?

Semua kasus yang terjadi selama ini titik sasarannya ada kabel di gardu/travo induk yang tersebar di sejumlah wilayah permukiman masyarakat di Kota Palu.

 Baca Juga: PLN: Kerusakan Gardu Listrik di Palu Lebih Parah dari Gempa Aceh dan Lombok

Sebelumnya, kata dia, PLN dalam mengantisipasi sudah memasang gembok di setiap gardu/travo yang rawan, tetapi tetap mereka bisa jebol. "Ya saya juga heran gemboknya bisa dirusak. Mereka gunakan alat yang canggih," ujarnya meyayangkan.

PLN juga melibatkan masyarakat sekitarnya untuk sesekali melakukan razia, terutama pada malam hari. Selain telah melaporkan pencurian tersebut kepada pihak berwajib. "Kita berharap bisa menangkap para pelakunya," ujar Abbas.

Lebih jauh ia mengatakan semua wilayah di Sulawesi Tengah yang mengalami dampak bencana alam sehingga aliran listrik terputus, kini sudah seluruhnya kembali menikmati penerangan listrik PLN.

Dia menegaskan tidak ada lagi wilayah terdampak gempa, tsunami, dan likuifaksi di Sulawesi Tengah yang tidak menikmati penerangan listrik pada malam hari.

PLN bersama-sama dengan para relawan peduli bencana alam telah berhasil memperbaiki semua tiang dan jaringan listrik yang porak-poranda akibat bencana alam tersebut.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini