Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menristekdikti: Harga Motor Listrik RI Sangat Kompetitif di Bawah Rp20 Juta

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 05 Februari 2019 |15:56 WIB
Menristekdikti: Harga Motor Listrik RI Sangat Kompetitif di Bawah Rp20 Juta
Motor Listrik GESITS (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir memastikan harga motor listrik yang akan dipasarkan kepada masyarakat pada Maret 2019 dibanderol dengan kompetitif.

"Harga motor listrik nantinya sangat kompetitif, di mana dengan Jepang lebih murah. Lalu dengan Taiwan jauh lebih murah. Dan China lebih murah. Jadi mau apalagi kita bicaranya kalau tidak kompetitif," ujarnya di Gedung Kemristekdikti, Jakarta Selasa (5/2/2019).

Baca Juga: RI Fokus Kembangkan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Dia menjelaskan, bahwa motor listrik buatan Indonesia ini lebih murah dengan harga motor Yamaha dan Honda. Di mana harga dari keduanya sangat tinggi.

"Saya sangat optimis dengan penjualan motor listrik, apabila ini produk dalam negeri. Dan untuk harganya motor listrik ini di bawah Rp20 juta motor listrik ya sekitar kisaran segitu," ungkapnya. 

Baca Juga: Jepang Diminta Tanam Investasi untuk Produksi Baterai Kendaraan Listrik

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta percepatan dari program kendaraan bermotor listrik. Dia mengatakan, bila pemerintah bisa memproduksi motor listrik bisa menghemat biaya sekitar Rp798 triliun.

"Dan melalui kendaraan bermotor listrik kita juga dapat mengurangi pemakaian BBM, mengurangi ketergantungan pada impor BBM yang berpotensi menghemat kurang lebih Rp798 triliun," kata Jokowi dalam ratas 'Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik' di Kantor Presiden.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement