nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rupiah Terus Menguat ke Level Rp13.920 per USD

Jamilah, Jurnalis · Rabu 06 Februari 2019 18:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 06 278 2014493 rupiah-terus-menguat-ke-level-rp13-920-per-usd-qxl2w19ov0.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat pada perdagangan sore ini. Rupiah masih berada di level Rp13.900-an per USD.

Dilansir dari Bloomberg Dollar Index, Rabu (6/2/2019) pukul 17.45 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 41,5 poin atau 0,30% ke level Rp13.920 per USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.503 per USD – Rp15.284 per USD.

Baca Juga: Pagi Ini Rupiah Menguat Tipis ke Rp13.950/USD

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah menguat tipis 35 poin atau 0,25% ke Rp13.915 per USD. Dalam pantauan YahooFinance, Rupiah bergerak di kisaran Rp13.885 per USD – Rp13.971 per USD.

Sebelumnya, kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ketika para investor menunggu pidato kenegaraan Presiden Donald Trump untuk kemungkinan pembaruan tentang perang perdagangan Amerika Serikat-China.

Pemulihan berkelanjutan dalam selera investor terhadap risiko telah memberikan tekanan terhadap mata uang safe-haven, menyeret franc Swiss lebih rendah, sementara dolar Australia naik setelah bank sentral negara itu memperingatkan risiko-risiko terhadap pertumbuhan dan menjauhi sinyal pelonggaran kebijakan eksplisit.

Baca Juga: Jelang Imlek, Rupiah Kembali Dekati Rp14.000/USD

Dengan bank-bank sentral di seluruh dunia dalam pola holding, dan sejumlah ketidakpastian pada perdagangan dan faktor-faktor lain, perdagangan di pasar mata uang sebagian besar bergerak dalam kisaran yang relatif ketat, Eric Viloria, Ahli Strategi Valas di Credit Agricole, mengatakan.

"Kisaran ini dapat berlangsung selama beberapa waktu sampai ada tindakan bank sentral yang lebih menentukan atau resolusi untuk beberapa dinamika politik, apakah itu negosiasi perdagangan atau sebaliknya," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini