nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fitch Rating Beri Peringkat AAA untuk Obligasi XL

Kamis 07 Februari 2019 11:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 07 278 2014741 fitch-rating-beri-peringkat-aaa-untuk-obligasi-xl-F4mEOKP4ly.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Lembaga pemeringkat PT Fitch Ratings Indonesia menetapkan peringkat nasional jangka panjang AAA (idn) atas penerbitan obligasi PT XL Axiata Tbk(EXCL) Rp1 triliun dengan prospek stabil dan sukuk ijarah sebesar Rp1 triliun. Informasi tersebut dilansir dari Harian Neraca, Kamis (7/2/2019).

Penerbitan ini adalah tahap kedua dari rencana obligasi berkelanjutan dengan total nilai sebesar Rp5 triliun dan sukuk berkelanjutan Rp5 triliun yang telah diafirmasi dengan ratingAAA(idn) pada 7 Januari 2019. EXCL akan menggunakan dana dari penerbitan ini untuk membiayai belanja modal yang terkait jaringan seperti pembelian base-station subsystem dan peralatan fibre-optic transmission.

Kata analis FitchRatings,Christie Pardede, peringkat dua instrumen itu sama dengan peringkat nasional jangka panjang XL di level AAA(idn) dikarenakan risiko gagal bayar dari surat-surat utang senior tanpa jaminan ini setara dengan peringkat XL dan sesuai dengan definisi peringkat dari Fitch."Peringkat juga mempertimbangkan struktur dan dokumentasi sukuk," ujarnya.

Baca Juga: XL Bakal Rilis Obligasi Rp2 Triliun

Menurut Fitch, peringkat nasional di kategori AAA menunjukkan peringkat tertinggi yang diberikan Fitch pada skala peringkat nasional untuk Indonesia. Peringkat ini diberikan kepada emiten atau surat utang dengan ekspektasi risiko gagal bayar yang terendah relatif terhadap emiten atau surat utang lainnya di Indonesia.

Dalam pertimbangannya, Fitch menilai peringkat surat utang ini juga didorong peringkat dari induk usahanya, Axiata. Dimana peringkat XL di BBB merefleksikan keunggulan kredit dari induknya dengan kepemilikan saham 66,4% dan berbasis di Malaysia, Axiata Group Berhad. ”Penilaian kami terhadap Axiata menggabungkan ekspektasi bahwa grup akan terus mengelola kebutuhan investasi untuk mempertahankan kekuatan kreditnya, walaupun marjin melemah dikarenakannya menurut penilaian kami," kata Christie.

grafik

Selain itu, pertumbuhan EBITDA grup Axiata juga menjadi pertimbangan. Investasi yang tinggi dan pengembalian kepada pemegang saham memberikan tekanan terhadap arus kas bebas perusahaan. Kami mungkin dapat mengambil tindakan pemeringkatan negatif jika hal ini tidak terjadi, yang akan mengarah pada tindakan yang terkait di level XL."

Tak hanya itu, Fitch juga menekankan adanya leverage perusahaan yang lebih tinggi. "Fitch memperkirakan FFO [fundsfromoperation] adjustednet leverage naik di sekitar 2,5x di tahun 2019 dan 2020, sementara pada 2017 di level 2,3x." Fitch menekankan bahwa laju deleveraging EXCL cenderung melambat, dengan meningkatnya tekanan belanja modal dengan dilanjutkannya ekspansi, dan pertumbuhan EBITDA yang moderat.

Sebagai informasi, Hutang XL, termasuk utang lease liabilities adalah Rp15 triliun hingga akhir September 2018, pinjaman dalam dolar AS terdiri dari pinjaman bank sebesar USD300 juta jatuh tempo di tahun 2019, yang telah terlindung hingga jatuh tempo, mengurangi eksposur terhadap fluktuasi valuta asing.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini