nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Toba Bara Sejahtera Raih Pinjaman USD157,99 Juta

Kamis 07 Februari 2019 11:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 02 07 278 2014756 toba-bara-sejahtera-raih-pinjaman-usd157-99-juta-5zulUU6ZLp.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA - Danai pembangunan listrik tenaga uap, entitas anak usaha PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA), yaitu PT Minahasa Cahaya Lestari (MCL) telah menerima pinjaman perbankan sejumlah USD157,99 juta pada akhir Januari 2019 lalu. Pinjaman yang diterima dari PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) itu berjangka waktu hingga 2030 mendatang.

Baca Juga: Produksi Toba Bara Capai 5,8 Juta Ton Batu Bara

Direktur Utama TOBA Justarina Naiborhu dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan bahwa berdasarkan akta perjanjian kredit tertanggal 21/12/2017m Bank Mandiri bertindak sebagai mandated lead arranger dan kreditur awal. Adapun suku bunga yang ditetapkan adalah LIBOR ditambah dengan applicable margin.”Tujuan penggunaan dana adalah pendanaan untuk pembangunan pembangkit listrik tenaga uap,” ungkapnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (7/2/2019).

Asal tahu saja, Minahasa Cahaya Lestari merupakan entitas anak usaha yang 90% sahamnya dimiliki oleh TOBA. Dijelaskan oleh Justarina, Minahasa Cahaya Lestari menjadi perusahaan pembangkit listrik tenaga uap di Minahasa yang mempunyai kapasitas sebesar 2X50 MW. Sementara itu, sebagai perusahaan publik yang menjalankan usaha di bidang pertambangan batubara, TOBA mempunyai dua PLTU yang hingga saat ini masih dalam tahap pembangunan, yaitu PLTU Sulbagut I di Gorontalo dan PLTU Sulut III.

grafik

Kuartal tiga 2018 kemarin, laba bersih TOBA mencapai USD45,9 juta. Raihan laba bersih ini lebih tinggi58,3% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year) sebesar USD29,0 juta. Direktur TOBA, Pandu Patria Sjahrir pernah bilang, kenaikan laba ditunjang dari pendapatan perusahaan yang tumbuh 43,9% yoy menjadi USD304,1 juta dari tahun sebelumnya USD211,3 juta. Pun, ini seiring dengan naiknya harga jual rata-rata batubara.

Di sisi lain, volume produksi juga masih sesuai dengan target akhir tahun di kisaran 5 juta ton hingga 6 juta ton. Per kuartal III 2018 volume produksi mencapai 4,0 juta ton, naik 8,1% yoy dari tahun sebelumnya 3,7 juta ton.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini