nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Neraca Perdagangan Hasil Pertanian Surplus USD10 Miliar pada 2018

Feby Novalius, Jurnalis · Sabtu 09 Februari 2019 10:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 02 09 320 2015677 neraca-perdagangan-hasil-pertanian-surplus-usd10-miliar-pada-2018-7EWWC8Kc3D.jpg Foto: Petani (Dok Kementan)

JAKARTA - Upaya peningkatan produksi pertanian dalam berbagai kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberi dampak secara langsung pada peningkatan kinerja perdagangan, utamanya komoditas pertanian strategis.

Hal ini terlihat dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Pada angka neraca perdagangan hasil pertanian Indonesia tahun 2018, surplus senilai USD10 miliar . Sedangkan nilai ekspor pada tahun yang sama naik sebesar USD29 miliar atau hampir dua kali lipat dari nilai impor yang hanya USD19 miliar.

Baca Juga: Ekspor Indonesia Turun 4,48% Menjadi USD44,98 Miliar

Sementara itu, dari sisi volume ekspor pada tahun 2018 jumlahnya meningkat sebanyak 42, 5 juta ton atau dengan kata lain lebih tinggi jika dibandingkan dengan volume ekspor pada tahun 2017 yang mencapai 41,3 juta ton.

"Dengan angka tersebut, artinya peningkatan kita sebanyak 1,2 juta ton," ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri, dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (9/2/2019).

Menurut Kuntoro, total nilai ekspor ini jika diakumulasikan selama empat tahun, yakni periode 2015-2018 jumlahnya mencapai Rp1.764 triliun. Selain itu, nilai ekspor tahun 2018 juga meningkat sebesar 29,7% bila dibandingkan dengan tahun 2016 yang mencapai Rp 384,9 triliun.

"Peningkatan nilai ekspor ini didukung sejumlah terobosan Kementan dalam kebijakan maupun program," kata Kuntoro.

Baca Juga: Perkuat Neraca Perdagangan, Bekraf Dorong Ekspor Produk Kreatif

Kuntoro mengatakan, trobosan yang dimaksud antara lain deregulasi kebijakan dan perizinan. Kemudian melakukan pengendalian impor dan mendorong ekspor dengan sistem layanan karantina jemput bola (in line inspection).

"Kami juga mendorong modernisasi pertanian, kemudian melakukan kerjasama dengan Kadin, HKTI, KTNA, Universitas, Eksportir, Pameran, Promosi dan Kontak Bisnis," katanya.

Kuntoro mengatakan, selama empat tahun terakhir peningkatan ekspor ini turut didorong oleh peningkatan nilai investasi. Misalnya pada periode tahun 2013-2018, total investasi pertanian di Indonesia mencapai Rp 270,1 triliun.

"Selama kurun waktu tersebut, nilai investasi pertanian tahun 2018 mencatat rekor tertinggi, yaitu Rp 61,6 triliun. Capaian investasi tahun 2018 tersebut meningkat 110,2% dibandingkan investasi tahun 2013 senilai Rp 29,3 triliun," tambahnya.

Meski demikian, peningkatan investasi pada sektor pertanian juga sangat tergantung pada ketersediaan lahan serta peran para pengusaha sebagai faktor produksi.

"Karena itu transparansi, kemudahan, kepastian penyelesaian proses dan prosedur, waktu, biaya, serta kualitas administrasi lahan menjadi faktor kritis dalam mendorong berkembangnya investasi di sektor pertanian," katanya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini