nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SKK Migas Sebut Cadangan Migas Indonesia Capai 800 Juta Barel

Koran SINDO, Jurnalis · Senin 11 Februari 2019 12:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 02 11 320 2016260 skk-migas-sebut-cadangan-migas-indonesia-capai-800-juta-barel-wEN2w47NLk.jpg Harga minyak (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat rasio cadangan pengganti migas Indonesia pada 2018 mencapai 800 juta barel oil (mmbo).

Deputi Perencanaan SKK Migas Jaffee Suardin mengatakan, perbandingan antara cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang ditemukan dengan yang diproduksikan (reserve replecement ratio /RRR) di Indonesia selama 2018 mencapai lebih dari 100% atau melebihi target pemerintah. “Dalam beberapa tahun terakhir, reserve replacement ratio kita masih sekitar 50-60%, tetapi untuk pertama kalinya pada 2018, bangsa ini memiliki cadangan sebesar 104%. Nilainya sekitar 800 juta barel yang kita temukan tahun lalu,” kata Jaffee pada seremoni alih kelola Blok Jambi Merang di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Baca Juga: Prabowo Sebut Cadangan BBM 20 Hari, Ini Kata Bos SKK Migas

Jaffee menjelaskan, pada 2019, SKK Migas berupaya meningkatkan penemuan cadangan migas yang berdampak pada kenaikan lifting atau produksi untuk ketahanan dan kedaulatan energi nasional. Menurut dia, saat ini investasi hulu migas sudah dinilai menarik bagi para investor sejak diterapkannya skema gross split (bagi hasil) menggantikan skema cost recovery.

Kilang Minyak

Setidaknya sudah ada 30 wilayah kerja (WK) yang kini menggunakan skema gross split. Namun, tantangan yang dihadapi untuk hulu migas adalah teknologi baru eksplorasi dan mempercepat proses bisnis agar lapangan migas bisa langsung berproduksi. “Sebenarnya minyak kita belum habis, yang kehabisan teknologi mana bisa mengeluarkan minyak dari dalam tanah. Kuncinya ke depan adalah teknologi dan mempercepat proses bisnis supaya begitu ditemukan, langsung produksi,” kata Jaffee.

SKK Migas menargetkan investasi hulu migas tahun 2019 sebesar USD14,79 miliar dengan target pengembalian biaya operasi (cost recovery) dipatok sebesar USD10,22 miliar. Realisasi investasi tahun 2018 sebesar USD12 miliar dari target dalam WP&B disepakati sebesar USD14,2 miliar atau baru mencapai 84%.

(Nanang Wijayanto/Ant)

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini